Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2018

DINSOS SERAHKAN BPNT KEPADA WARGA MISKIN


Warga miskin di kota Mojokerto kini   merasa lega dan bisa tersenyum karena program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ditunggu tunggu  untuk tahun 2018 telah dicairkan. Kegembiraan tersebut semakin bertambah ketika Dinas Sosial Kota Mojokerto sebagai lembaga yang berwenang menangani kesejahteraan sosial khususnya  persoalan kemiskinan itu meresmikian dan menyerakan penggunaan MCK bagi Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

Acara launching BPNT  yang dilakukan bersamaan dengan penyerahan MCK tersebut berlangsung di E- warung Melati Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto, dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial , OPD terkait, Perwakilan Bank BNI, perwakilan Pelindo dan Keluarga penerima manfaat.
Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto, drg. Mujiwati menjelaskan bahwa jumlah penerima BNPT APBD tahun 2018 sebanyak 2000 KPM. Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya yaitu 150 KPM. Diharapkan dengan 2.000 KPM ditambah 4.685 dari APBN semua orang miskin dan rentan miskin akan mendapatkan BPNT.
Perlu diketahui bahwa Beras Sejahtera (Rasta} bagi warga miskin digantikan dengan Bantuan Pangan Non Tunai yang didistribusikan menggunakan Kasrtu Keluarga Sejahtera (KKS) dan pembagian BPNT ini DIGRATISKAN.
(Budiman)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Jumat, 03 Agustus 2018

Wujudkan ekonomi kreatif melalui Bank Sampah "BPJS GANDENG BSI BAYAR IURAN PAKAI SAMPAH"

Banyak yang bisa dilakukan oleh Bank Sampah Induk (BSI) Kota Mojokerto untuk mendukung program Pemerintah.  Setelah sukses bayar pajak pakai sampah yang kerjasama dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA), Jual sembako, jual voucer listrik, simpan pinjam,   kini BSI digandeng oleh BPJS Kesehatan berencana bayar premi /iuran JKN dengan menggunakan uang sampah.  Dengan modal setor sampah ke Bank Sampah terdekat maka tabungan dari uang sampah dpat berfungsi multi guna tinggal menyesuaikan besar kecilnya nila tabungan.
Aktualisasi awal dilakukan sosialisasi oleh BPJS terhadap Fasilitator Bank Sampah se-Kota Mojokerto, senin 23/7/2018 bertempat di Taman Baca TPA Randegan.
Ide kerjasama ini dimaksudkan untuk mempermudah layanan bagi peserta BPJS di Kota Mojokerto. Dokter. Dina Diana Permata Pimpinan Cabang BPJS Kota Mojokerto saat dialog dengan fasilitator Bank Sampah menyampaikan, peserta JKN adalah setiap orang yang telah membayar iuran, termasuk orang asing yang bekerja di Indonesia paling singkat selama 6 (enam) bulan. Peserta JKN terbagi  dalam kelompok Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), yaitu masyarakat miskin dan tidak mampu yang iurannya dibayar pemerintah.  Selain itu peserta bukan Penerima Bantuan Iuran, Pekerja Penerima Upah (PNS, TNI, Polri, Pegawai BUMN/BUMD/Swasta/lainnya), Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri, Pekerja Bukan Penerima Upah (Peserta mandiri / sektor informal),Bukan Pekerja (Pensiunan, Veteran, Investor).
Channel pembayaran iuran dapat melalui Perbankan dan Payment Point Banking.  “Seperti Bank Sampah dapat mengkoordinir pembayaran iuran peserta JKN dari hasil penjualan sampah, tentunya ini bagi peserta mandiri” katanya. Bagi Bank sampah di Kota Mojokerto dapat melayani pembayaran iuran BPJS baik peserta JKN yang sudah terdaftar maupun peserta baru yaitu dari warga Kota yang belum terkaver BPJS baik itu sebagai peserta PBI atau PBU.
Disampaikan oleh Riani Direktur BSI saat ini jumlah Bank Sampah Unit sebanyak 115 yang sudah terbentuk.  Klu bicara kepesertaan BPJS menurut data Dinas Kesehatan sudah mencapai 98 %. Artinya tinggal 2 % saja warga Kota Mojokerto yang belum menjadi peserta.  Warga manakah yang 2 % tersebut tentunya perlu disandingkan antara jumlah penduduk dengan jumlah peserta JKN. Sehingga pengurus Bank Sampah bisa maping langsung warga di wilayahnya yang belum menjadi peserta JKN mandiri. Hadir menyertai dokter Dina adalah Feredian Pajar dan Wido selaku Narasumber serta staf BPJS lainnya. Hadir pula pimpinan DLH Lucki dan Suwaji. (ri)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

PUSYAR 1 MILIAR PINJAMAN TANPA BUNGA UNTUK UMKM DAN UKM KOTA MOJOKERTO

Rasanya sulit dipercaya   pinjam uang tanpa bunga.  Apalagi itu pinjaman di Bank baik itu Bank Pemerintah atau swasta.  Namun demikianlah adanya UMKM dan UKM di Kota Mojokerto mendapatkan fasilitas pinjaman modal usaha tanpa bunga. Besaran pinjaman mulai 500 ribu sd. 10 juta rupiah dengan jumlah total 1 miliar rupiah hanya untuk warga Kota Mojokerto .  
Pinjaman ini disebut Program Pembiayaan Usaha Syariah (PUSYAR)  kerjasama antara BPRS, Badan Amil Zakat (BAZ) dan Masyarakat Ekonomi Syariah  (MES) serta Disperindag.  Teknis pelaksanaanya adalah pelaku Usaha kecil menengah dan khusus  warga Kota Mojokerto yang membutuhkan modal usaha.  Persyaratan sebagai pemohon cukup mengisi formulir di Bank dan meminta rekomendasi Disperindag, dan MES setelah lolos seleksi dengan memastikan bahwa pemohon tersebut adalah warga Kota Mojokerto dan memiliki usaha kelas kecil menengah, maka dapat memperoleh pinjaman modal tanpa bunga. Bukan hanya tanpa bunga tetapi juga tanpa administrasi dan ausransi.  Lalu pertanyaannya siapa yang membayar bunganya? Dalam hal ini pihak BAZ yang membayar jasa/bunga atas pinjaman tersebut sekitar 150 juta rupiah setiap tahun.  Jaminan jasa pinjaman tersebut adalah bersumber dari infaq para Mujaki. “ini bukan uang zakat, tapi infaq” artinya secara Agama, bahwa dana infaq boleh digunakan untuk memberikan modal masyarakat ekonomi lemah agar dapat memiliki usaha sehingga dapat memutus rantai kemiskinan. Sementara dana zakat diperuntukan untu 8 al asnaf sesuai syariat Islam. (terang Mas’ud Yunus selaku Pembina BAZNAS Kota Mojokero, saat launching PUSYAR  jilid dua beberapa waktu lalu). Peran BPRS adalah sebagai penyedia dana 1 Miliard rupiah tersebut.
Oleh karenanya program PUSYAR ini menarik perhatian beberapa daerah untuk melalukan pengkajian dan sekaligus mengaodopsi  atas kemitraan Pemerintah daerah dengan lembaga non Pemerintah. Ini adalah murni dana masyarakat sebagai bentuk partisipasi mendukung program penanggulangan kemiskinan.  Dengan Pusyar pelaku usaha  di Kota Mojokerto dapat meningkatkan usahanyadenagn lancar karena tidak lagi menanggung bunga/jasa bank hanya membayar angsuran pokok saja.(ri)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI KOPERASI

Undang-undang RI Nomor 25 tahun 1992 tentang Koperasi, menjelaskan Koperasi sebagai gerakan ekonomi  rakyat maupun sebagai Badan Usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Koperasi perlu membangun dirinya dan dibangun menjadi kuat dan mandiri berdasarkan prinsip koperasi sehingga mampu berperan sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional. Pembangunan Koperasi merupakan tugas dan tanggungjawab Pemerintah dan seluruh rakyat. Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kota Mojokerto dalam mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Service City yang maju, Sehat, Cerdas, sejahtera dan bermoral. Kota Mojokerto sangat sempit wilayahnya, dan tidak dapat menambah luas wilayahnya (SDA), tapi kita punya Sumber Daya Manusia (SDM), dengan membangun SDM, termasuk membangun kesehatan, pendidikan dan ekonominya. Untuk membangun ekonomi dapat kita tingkatkan melalui Koperasi dan UMKM, karena Koperasi mempunyai semangat kegotong-royongan ini merupakan karakter bagi kita bangsa Indonesia. Kita harus mengetahui dan faham akan prinsip-prinsip koperasi, koperasi sangat tangguh, dikala kita dihadapkan dengan krisis moneter, koperasilah yang mampu membantu perekonomian kita. Gerakan ekonomi ditanami oleh Koperasi akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Kota Mojokerto.
Menurut Didik Hermansyah, S.Sos, MM Kabid Bina Koperasi Diskoumunaker Kota Mojokerto, di Kota Mojokerto telah terbentuk 177 Koperasi yang sudah berbadan hukum, namun demikian masih ada koperasi yang jalan di tempat alias belum maju (tidak aktif) sedangkan untuk Koperasi Wanita (Kopwan) ada 27 Koperasi yang beranggotakan wanita. Dari 27 Koperasi Wanita ada 18 Koperasi wanita yang pada tahun 2009 telah mendapat bantuan Dana Hibah dari Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Dan keberadaan koperasinya ada di masing-masing Kelurahan. Untuk di Kelurahan Kedundung Koperasi Wanita (Koperasi Wanita Istichomah)  yang beralamatkan di Sekar Putih Nomor 430, yang di Ketuai oleh Ibu Jumrotul Anisah yang beranggotakan 116 orang. Dan sudah dapat memberikan bantuan modal usaha bagi para anggotanya, untuk pengembangan usahanya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarganya. (Sef).   

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Kamis, 02 Agustus 2018

BENTENG TUMBUH MENJADI KAWASAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT

Beberapa kawasan di kota Mojokerto sejak 5 sampai 10 tahun terakhir telah tumbuh begitu pesat, hal ini terjadi  dampak dari pembangunan infra struktur. Sejak Pemerintah Kota Mojokerto pada Pemerintahan 
Walikota Abdul Gani kemudian diteruskan oleh Mas'ud Yunus 10 tahun terakhir telah membuahkan hasil. Sebagaimana diketahui bahwa beberapa tahun terakhir dua Walikota ini telah menggenjot pembangunan infrasruktur,m bahkan Walikota Mas'ud Yunus pernah menjuluki tahun tahun Infra struktur. Tujuannya adalah selain untuk ketertiban dan keindahan kota namun yang terpenting adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang secara otomatis untuk menanggulangi kemiskinan.

 Beberapa kawasan disudut kota secara ekonomi telah mulai menggeliat dan mulai tumbuh, bahkan ada pertumbuhan ekonominya begitu pesat hal ini bisa dilihat salah satunya adalah kawasaan di Jl. Benteng Pancasila dan sekitarnya. Kawasan  Benteng Pancasila 10 tahun lalu kondisinya sepi, gelap dan rawan. Namun setelah dibangunnya jalan kembar, area yang dulu termasuk area persawahan itu kini  telah menjadi kawasan bisnis masyarakat kecil (UKM).  Terdapat rartusan UKM dan para PKL yang memanfaat kawasan ini sebagai lahan untuk mencari penghidupan dengan berjualan aneka produk masyarakat  seperti makanan, minuman, pakaian, bahan bahan keperluan rumah tangga sampai produk ikan,   buah dan aneka sayuran.  Disini mulai bisa terlihat perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan pemberdayaan masyarakat. Awalnya pedagang yang asli adalah pindahan dari aloon aloon Kota dan kawasan Djoko Sambang namun belakangan telah berkembang mengundang para pebisnis dan pengelola kuliner yang kini jumlahnya mencapai limaratusan lebih.
Ramainya kawasan ini telah mengundang investor besar membangun saraana wisata mainan anak anak, Pusat pertokoan (Carrefour), Pusat Pderbelanjaan (Sunrise Mall) dan Hotel Ayola.
(Budiman)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

2.787 KPM DI KOTA MOJOKERTO TERIMA BANTUAN PKH

Penanggulangan masalah kemiskinan dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan. Pemerintah Kota Mojokerto menjadikan penanganan kemiskinan sebagai salah satu program kerja prioritas. Sedangkan pemerintah pusat juga terus melancarkan pelaksanaan berbagai program yang bertujuan membantu meringankan beban warga miskin. Salah satu program yang kini tengah dilancarkan adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini merupakan program pemberian bantuan sosial masyarakat kepada keluarga miskin yang ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
 sebanyak  2.787 Penerima Keluarga Manfaat (PKM) di Kota Mojokerto. Mereka merupakan penerima manfaat yang tersebar dari 3 (tiga) Kecamatan yakni Kecamatan Prajurikulon total 1.115 Keluarga Penerima Manfaat, Kecamatan Magersari total 1.228 Keluarga Penerima Manfaat dan Kecamatan Kranggan total 444 Keluarga Penerima Manfaat.Semoga ke depan ini penerima manfaat akan semakin terus berkurang, dengan peningkatan kesejahteraan tentunya.

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Jumat, 06 Juli 2018

PKL DAN KULINER TUMBUH PESAT DI MOJOKERTO


Dalam kurun waktu lima tahun terakhir diwilayah kota Mojokerto PKL, Usaaha  Mikro Kecil (UKM) dan usaha kuliner tumbuh sangat pesat bagaikan jamur dimusin penghujan, tentunya menarik untuk sdikaji, terlepas dari faktor dan penyebabnya. Yang sudah pasti adalah Mojokerto sebagai salah satu  Penyenangga Kota Surabaya terimbas dampak perkembangan ekonominya.

Bila ditelusuri hampir disemua kawasan kota akhir akhir ini banyak bermunculan sentra sentra PKL, UKM dan usaha usaha kuliner, seperti halnya bisa dilihat antara lain :


. 1. Dikawasan Mojokerto timur bisa dilihat munculnya begitu pesat sentra PKL , UKM dan Kuliner mdi sepanjang Jl. Benteng Pancasila. Kawasan ini termasuk kawasan baru dimana setelah dibangunnya jalan kembar Benteng Pancasila kemudian diikuti perpindahan PKL dari Aloon aloon Kota dan Djuoko Sambang ke kawasan ini menjadikan kawasan Benteng Pancasila menjadi pberkembangnya roda  perekonomian mqasyarakat kecil, terlebih lagi kawasan Benteng dijadikan car freeday setiap hari Minggu pagi mulai jam 5 hingga jam 09.00 menjadi kawasan nini nsebagai wisata kuliner yang ramai, murah, meriah. Karena dalam perkembangannya banyak pedagang yang datang dari luar daerah, Kemudian masih dikawasan Mojokerto timur disusul dengan kawasan Empu Nala yang perekonomiannya mulai menggeliat karena munculnya cafe cafe yang muncul dan buka pada malam hari, Ternyata dengan usaha cafe dlm bentuk kedai kopi dimalammhari banyak dikunjungi oleh anak anak muda, d tentunya denganndaya tarik tersendiri seperti adanya Wifi.


2. Kawasan utara Kota Mojokerto tidak mau kalah mpertumbuhan PKL dan kuliner, bisa disaksikan dikawasan sepanjang Jl. Ijen dan Penanggungan dan Jl. Mayjen Sungkono dan Jl. Hayam Wuruk (Kawasan Joging Track) wilayah Kelurahan Wates  dan Magersari tumbuh begitu pesat.  Banyak muncul kafe kafe, warung. depot dsn resto yang ramai baik siang terutama maalam hari.

3. Kawasan tengah sampai selatan  kota Mojokerto dapat disaksikaan munculnya Resto  resto, cafe pusat kuliner di kawasan Mojopahit utara  saampai selatan, kemudian bisa dilihat sepanjang  Jl Bhayangkara, Jl, Pahlawan , kawasan Gatul/ Kawasan Jaaya Negara Jl. Raden Wijayasampai dengan wilayah Sooko (RA. Basuni) bermunculan cafe cafe, warung warung dan depot baik besar maupun kecil yang tidak pernah sepi dari pengunjung.

4. Kawasan Barat Kota Mojokerto perekonomian juga mulai menggeliat terutama setelah dibuatnya jalan lingkar barat, Jembatan Pulorejo Blooto untuk membuka isolasi desa dan kelurahan diwilayah Barat '. Dengan dibangunnya infrastruktur ini kawasan barat mulai ramai diawali perkembangan perekonomian di wilayah Surodinawan, Prajuritkulon dan Sooko , Blooto dan Pulorejo dan sekitarnya.
(Budiman Sudijono)


Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Jumat, 20 April 2018

PESTA RAKYAT, MOJOKERTO CITY EXPO 2018 DIGELAR


Pemerintah Kota Mojokerto dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan memnjelang peringatan seabad Kota Mojokerto menggelar event besar berupa Pesta Rakyat, Mojokerto city Expo 2018 pada 13 hingga 22 April 2018 dengan mengambil lokasi di Lapangan Raden Wijaya Jl. Surodinawan Kecamatan Prajuritkulon. Upacara pembukaan dilakukan pada hari Jumat dsekaligus peresmian oleh Walikotab Mojokerto dimana hadir juga para Kepala Dinas, Pimpinan Daerah , tokoh masyarakat dan undangan lainnya. Jumlah peserta thun ini mencapai 96 stand terdiri dari para pelaku UMKM, IKM Kuliner, Furniture, aneka Busana hingga property. 

Rubi Hartoyo Kepala disperindag kOTA  selaku penyelenggara menjelaskan bahwa digelarnya pesta rakyat berupa expo secara sengaja digratiskan dengan maksud memberi kesempatan seluas luasnya kepada masyarakat warga Kota untuk berbelanja secara murah dan sekaligus menikmati hiburan. Sementara itu Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus dalam sambutyannya meneeyampaikan bahwa guna mewujudkan service city ditengah tengah persaingan global ini  diperlukan keunggulan produk dan jasa. Dan Walikota mengharapkan akhuir pameran ini dapat tercapai target transaksi mencapai 3 milyar.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Rabu, 11 April 2018

MELIHAT GELIAT KULINER DI KAWASAN IJEN


Kawasan Ijen adalah sebuah kawasan perumahan  dilingkungan Kelurahan Wates Kecamatan Magersari Kota Mojokerto. Tepatnya adalah kawasan ini berupa jalan Ijen yang membelah kawasan Kelurahan wates/Perumnas Wates sebelah utara dan selatan. awalnya sekitar tahun tujuh puluhan kawasan ini  sangat sepi dan gelap berupa sawah sedangkan Jalan ijen adalah sebuah jalan kecilyang menghubungkan dari Jalan bypass wilayah Kabupaten Mojokerto menuju kota Mojokerto. Kemudian sekitar tahun1977/1978 dibangun Perumahan oleh Perum Perumnas  berupa type RS/RSS. selama 10 tahun sampai 20 tahun kawasan ini merambat dan berkembang menjadi sebuah kawasan PKL, pedagang kuwe dan makanan /kuliner dan hingga kini tahun 2018 sesudah berjalan selama 40 tahun telah menjadi kawasan salah satu kaswasan bisnis kuliner yang ramai dikunjungi dari berbagai kalangan untuk menikmati kuliner.  Namun tidak semua para pebisnis kuliner tersebut berasal dari Kota Mojokerto sendiri melainkan pada pedagang berasal dari luar kota Mojokerto. Pada saat ini kawasan ini sepanjang hari mulai pagi buta sampai pagi lagi tidak pernah sepi dari geliat kuliner. Beberapa makanan khas yang ditampilkan adalah mulai harga terendah berbagai kuwe dan  jajan pasar, berbagai minuman tradisionil hingga kemasan sampai makanan dari kelasbawah hingga menengah  (bersambung)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Rabu, 28 Februari 2018

PERESMIAN RELOKASI SEMENTARA SENTRAL PKL DI BENTENG PANCASILA

PKL Benteng Pancasila (Benpas) eks alon-alon yang kiosnya terbakar pada September 2017 lalu, kini telah menempati lokasi sementara di sebelah rel kereta api Jalan Benteng Pancasila.
Selasa (27/2) pagi tadi Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus meresmikan relokasi sementara sentra PKL dengan jumlah 209 pedagang.
Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ruby Hartoyo, Wali Kota meminta agar para pedagang memanfaatkan lokasi sementara ini dan merawatnya dengan baik agar bisa dimanfaatkan sampai pembangunan lokasi yang terbakar terealisasi. Dalam kesempatan ini Wali Kota juga meninjau lokasi sementara Sentra PKL ini.    
( Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

 
back to top