Tampilkan postingan dengan label LINK. HIDUP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LINK. HIDUP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Oktober 2018

DLH ADAKAN LOMBA FASHION DAN KREASI KERAJINAN DAUR ULANG

Dalam rangka pembinaan lingkungan hidup khususnya pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto kemarin Rabu (24/10) mengadakan kegiatan lomba Fashion berbahan daur ulang sekaligus lomba Kreasi Kerajinan Daur ulang se Kota Mojokerto tahun 2018. Kepala DLH Kota Mojokerto, Ikromul Yasya' dalam laporannya menyampaikan bahwa  Kegiatan ini mendapat perhatian yang cukup besar dari masyarakat khususnya para pegiat/kader lingkungan sekota Mojokerto, para pengelola Bank Sampah,  dan para siswa SMTP/SMTA, dimana a tercatat 58 peserta lomba kerajinan dan 53 orang peserta lomba fashion. Tujuannya tiada lain adalah untuk memberdayakan masyarakat kota Mojokerto dalam pengelolaan sampah yang meliputi 3 R, yaitu Reduce, Reduce dan Recycle. dan sebagai salah satu untuk memotivasi masyarakat kota adalah dengan kegiatan lomba (Recycle) semacam ini.

Sementara itu Wakil Walikota Mojokerto yang sedianya hadir untuk membuka acara ternyata berhalangan hadir dan diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Soebambihanto yang dalam amanatnya menyampaikan bahwa kegiatan lomba semacam ini sudah diadakan selama 3 kali / 3 tahun berturut turut diawali tahun 2016 hingga kini 2018 dan dari hasil meevaluasi menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat kota Mojokerto semakin baik dan meningkat dalam pengelolaan sampah, terbukti bahwa kota Mojokero telah berhasil meraih penghargaan Piala Adipura berturut turut dan terakhir memperoleh penghargaan Mojokerto sebagai kota Sehat tahun 2018.
sedangkan uintuk penjurian secara profesional penyelenggara mengambil tim juri yanfg berkompeten dari Surabaya, Jombang dan Nganjuk. (Bdm)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Jumat, 13 Juli 2018

PEMKOT MOJOKERTO GELORAKAN KASIH SETIA

Program KASIH SETIA yang merupakan akronim dari Kampung Bersih, Sehat, Teduh, Indah dan Aman telah dipilih dann ditetapkan oleh Pemkot Mojokerto sebagai bagian terpenting yang harus dijalankan guna mewujudkan lingjkungan Kota yang bersih, sehat dan Aman. Program ini terus dimasyarakatkan dan digelorakan kepada seluruh lapisan massyarakat warga kota Mojokerto. Program ini juga bagian dari mempertahankan posisi kota Mojokerto sebagai peraih kota  Adipura dua tahun berturut turut yaitu tahun 2016 dan 2017 dimana jauh sebelumnya juga pernah meraih hal yang sama namun terlepas. 

Salah satu cara untuk menarik masyarakat agar berpartisipasi dan terlibat aktif dalam program ini adalah bahwa pada tahun 2018 ini tepatnya mulai tanggal 13 Juli hingga 16 Juli 2018  Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar Lomba KASIH SETIA yang wajib diikuti oleh seluruh Kelurahan diwilayah  tiga Kecamatan yang ada, dimana masing masing Kelurahan memilih dan mengajukan 2 (dua) RW untuk mewakili wilayahnya sebagai peserta lomba dimaksud. Bertindak sebagai juri dipilih ntenaga tenaga yang profesional yaitu 1 orang dari Dinas Kesehatan dan 2 orang dari 2 lembaga swadaya masyarakat yang kompeten bergerak di bidang lingkungan hidup dan kesehatan

Dalam era kepemimpinan Walikota Mojokerto Mas'ud Yunus program ini dicanangkan mulai tahun 2016 kemudian bergulir hingga kini. Upaya penting yang dilakukan adalah melakukan kegiatan lintas sektor dan terkoordinasi dari OPD OPD terkait dalam rangka membudayakan masyarakat untuk mewujudkan pola hidup  setiap keluarga yang bersih dan sehat serta mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, hijau (teduh) dan aman. Adapun bentuk bentuk kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan Jumat Bersih dan PSN Terintegrasi setiap hari Jumat pagi mjam 07.00 hingga 07.00 disetiap RT/RW disetiap Kelurahan secara bergiliran dimana Walikota beserta jajaran OPD terkait hadir dilokasi yaitu Dinas Kesehatan dan Puskesmas, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Dinas Satpol PP dan yang terkait lainnya, Disamping itu yang penting dan tidak pernah ketinggalan yaitun lembaga Bank Sampah yang sudah mulai memasyarakat di kota Mojokerto khususnya dalam penanganan dan pengelolaan sampah melalui program 3 R yang dikenal dengan Reduce, Reuse dan Recycle.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Rabu, 04 Juli 2018

DLH ADAKAN EDUKASI ADIPURA DENGAN LOMBA KASIH SETIA

Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto kemarin hari selasa (3/7) mengundang para pegiat lingkungan terdiri dari Fasilitatot Bank Sampah serta Kader Berseri dan para Ketua RW masing masing Kelurahan 2 orang serta seorang Kasi Perekonomian Kelurahan diseluruh Kota Mojokerto untuk diberikan informasi dan edukasi tentang persiapan menyongsong penilaian Adipura  tahun 2018 serta lomba KASIH SETIA tahun 2018 . Hadir dan memberikan sambutan/pengarahan Kepala DLH Kota Mojokerto Ikromul Yasa', yang baru saja menjabat Kepala DLH menggantikan pejabat yang lama Amin Wachid. IkromulmYasa dalam sambutannya menyampaikan agar para kader pegiat lingkungan, pengelola Bank Sampah dan Fasilitator agar tetap bersemangat dalam mendukung program Kebersihan dan penanggulangan sampah di Kota Mojokerto serta terus melakukan inovasi dalam pengelolaan program 3 R, yakni Reduce, Reuse dan Recycle yang diwujudkan dalam produk produk yang semakin berkualitas. Disamping itu juga diinformasikan bahwa dalam waktu dekat bulan Juli ini akan dilakukan kegiatan Lomba Kasih Setia yang diikuti oleh Seluruh Kelurahan dimana Kelurahan diminta unuk menunjuk 2 ( dua) RW sebagai peserta lomba. Penilaian lapangan oleh Tim Lomba  rencana akan dilakukan dimulai tanggal 9 Juli 2018 yang diikuti oleh 3 Kecamatan terdiri dari 18 Kelurahan atau 36 RW perwakilan di Kota Mojokerto.
 Sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto telah mengundang LSM pegiat lingkungan (Queen) Surabaya, masing masing Riris dan wahyu, yang menyajikan paparan tentang jurus jurus untuk penanggulangan sampah , menciptakan / mewujudkan program BERSERI penilaian dan kriteria Adipura baik administrasi, dokumentasi maupun lapangan.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Minggu, 06 Mei 2018

BANK SAMPAH GAYATRI MULAI BEROPERASI

Bank Sampah Gayatri yang dibentuk beberapa waktu yang lalu kini mulai beroperasi. Beberapa operas yang dilakukan meliputi Konsolidasi organisasi dan kepengurusan, penyusunan program dan rencana kerja. Susunan kepengurusan meliputi H. Budiman Sudijono sebagai Ketua//koordinator, Ny. Fatimah  sebagai sekretaris, Hj. Sri Marfiati sebagai Bendahara serta Suprijohadi sebagai Pelaksana teknik pengelolaan

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Kamis, 26 April 2018

KINI KIM GAYATRI PUNYA BANK SAMPAH


Berdasarkan Undang Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang tentang pengelolaan Sampah serta dalam rangka mendorong dan ikut serta gerakan kebersihan kota Mojokerto melalui pembentukan dan pengembangan bank Sampah guna mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Adipura  serta membantu terwujudnya  Kota Mojokerto bebas sampah tahun 2019 dan Indonesia bebas sampah tahun 2020 maka Kim Gayatri Kelurahan Kedundung Kota Mojokerto merasa terpanggil dan membentuk Bank Sampah dengan nama Bank Sampah KIM GAYATRI.

Dalam keterangannya  salah satu penggagas berdirinyas KIM Gayatri, yakni Budiman sebagai salah satu calon Pengurus/pengelola menyatakan bahwa  penggarapan sampah  difokuskan pada program 2 R yaitu Reduce yaitu pengurangan dan pemanfaatan  sampah Rumah tangga  melalui proses komposting (alat komposter) sekaligus memproduksi pupuk kompos yang berkualitas. Sementara itu R yang kedua yaitu Recycle difokuskan pada pembuatan bahan kerajinan daur ulang yang punya nilai ekonomi dan harga jual dan bisa bersaing dipasar bebas (MEA).
Rencana pelaksanaan launching Bank Sampah KIM Gayatri akan dilakukan pada minggu minggu ini.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Senin, 26 Maret 2018

WARGA NIKMATI GAS METAN PRODUK TPA RANDEGAN


Warga lingkungan Randegan Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari Kota Mojokerto yang lokasinya berhimpitan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Randegan sehubungan dengan adanya krisis/kelangkaan elpiji 3 Kg, kini merasa tidak gelisah lagi. Pasalnya keberadaan  TPA Randegan telah memberikan manfaat bagi mereka yakni mereka bisa menikmati gas metan secara gratis yang bisa digunakan untuk keperluan memasak pengganti elpiji.
Adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Amin Wachid yang membawahi TPAS Randegan tersebut menyampaikan bahwa Saat ini warga Randegan yang bisa menikmati aliran gas metan tersebut sebanyak 24 warga. Gas metan sebagai  hasil dari proses di TPA Randegan dialirkan lewat pipa pipa kerumah warga Randegan yang dekat dengan TPA sampai kelokasi dapur warga. Pipa langsung terhubung dengan kompor gas milik warga. Waktunya berlangsung dari pukul 04.00 sam,pai pukul 12.00 setiap hari. 
Menurut Amin Wachid  penggunaan gas ini dirasa aman karena tekanan gas tidak terlalu besar selain itu pihaknya selalu mengontrol secara rutin jaringan pipa gasnya. Amin berjanji kedepan akan ditingkatkan dan diperluas diharapkan bisa mencapai  satu RW, karena potensi untuk itu besar kemungkinan ada karena produk sampah yang masuk ke TPA mencapai 45 ton setiap harinya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya TPA Randegan sekarang ini menjadi tempat "Jujugan"para pengunjung baik dari dalam maupun luar kota baik Instansi / Lembaga Pemerintah, Pendidikan maupun masyarakat. TPA Randegan kini menjadi kawasan Wisata Lingkungan yang setiap harinya banyak dan tidak pernah sepi dari pengunjung.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Jumat, 23 Maret 2018

TIM ADIPURA LAKUKAN PEMANTAUAN DI KOTA MOJOKERTO


Dalam rangka penilaian Adipura, maka Tim Pusat Adipura pada hari senen (12/3) telah melakukan pemantauan lapangan diseluruh pelosok kota Mojokerto guna melakukan penilaian untuk menentukan layak tidaknya kota Mojokerto untuk meraih Adipura tahun ini. Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa Kota Mojokerto selama 2 tahun berturut telah meraih predikat kota ADIPURA. 
Beberapa lokasi yang dipantau meliputi lokasi TPA, Puskesmas,  Bank Sampah, Pasar, Fasilitas Umum seperti alun alun, Taman taman Kota dan lain lain. Walikota Mojokerto Mas'ud Yunus mengharapkan agar tahun ini Kota Mojokerto dapat meraih Adipura Kencana sehingga dapat menyamai Kota Surabaya
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Jumat, 29 Desember 2017

PAK PRI MEMPRODUK PUPUK KOMPOS DARI SAMPAH RUMAH TANGGA


Bagi kebanyakan orang mengurus sampah merupakan pekerjaan yang sangat merepotkan karena kotor dan bau sehingga orang enggan mengurusinya. . Sampah adalah zat atau bahan yang sudah tidask berguna lagi dan harus dibuang dan itu menjadi urusan petugas kebersihan. Namun berbeda dengan Supriyohadi, seorang lelaki, 47  tahun yang tinggal di Jl. Dieng 31 Perumahan Kedundung Indah Kelurahan Kedundung Kecamatan Magwersari Kota Mojokerto. Supriyohadi yang akrab dipanggil dengan Pak Pri ini sangat peduli dengan sampah. Ia menganggap sampah yang dihasilkan dirumah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi warga khususnya menyelamatkan lingkungan disamping menjaga kebersihan. Prinsip yang dilakukan  dalam pengelolaan sampah adalah 3 R, yaitu Reduce, Reuse dan Recycle. Pak Pri yang juga sebagai salah satu pengurus KIM GAYATRI dengan pengalaman pribadinya dan kegemaran menjaga kebersihan, kini telah berhasil membuat membuat pupuk kompos dengan bahan baku sampah rumah tangga. Produk pupuk kompos tersebut sudah diuji dan dipraktekkan oleh beberapa teman sejawat untuk pupuk tanaman dan pembenihan / pembibitan ternyata hasilnya sangat bagus. Tanaman menjadi subur dan sehat

Berawal dari hobbi 

Dalam sebuah wawancara dengan penulis di suatu hari Pak Pri menjelaskan bahwa awalnya adalah adanya hobbi menjaga kebersihan dan tidak suka dengan adanya sampah yang berceceran disekitar rumahnya dan dibuang begitu saja ditempat sampah. Pak Pri merasa risih dengan adanya tempat sampah yang isinya campur baur antara sampah basah sampah kering dan sampah B3. Pak Pri berpikir dan merenung bagaimana jika sampah sampah tersebut bisa dipilah dan dipilih mana mana yang masih bisa dimanfaatkan atau didaur ulang. Pak Pri berusaha mencari tahu dengan mencoba mencari buku buku tentang pemngelolaan sampah.amping itu Pak Pri mulai rajin membacam artikel2 bidang lingkungan hidup dan mengklipingnya. Maka mulailah Pak Pri melakukan praktek  membuat kompos tersebut,

Bahan bahan dari sampah rumah tangga

 Membuat kompos rumah tangga menurut pak Pri bisa menggunakan komposter yang bisa dibuat dari drum plastik atau timba, bekas tempat cat 25 kg atau tempat laimnya yang memiliki tutup. Adapun bahan bahan yang digunakan untuk pemrosesan kompos adalah : Limbah dapur (Sisa sisa makanan/sayuran/buah buahan, daun daunan basah dan kering,  serbuk gergaji dan sekam. Bahan bahan tadi dirajah/dicacah dengan ukuran 2 sampai 4 cm dan sedikit dicampur dengan EM4. Selanjutnya bahan bahan tadi ditutup dalam komposter dan dibiarkan berproses dan selanjutnya kurang lebih 2 bulan akan menjadi kompos.

Manfaat Kompos

Selama ini produk pupuk kompos pak Pri baru digunakan untuk kalangan sendiri misalnya untuk memupuk tanaman2nya yang kebetulan sang istri suka dan hobbi menanam tanaman produktif sepertim sayuran dan tanaman obat. Ketika ditanya kenapa tidak produksi secara massal. Sambil tersenyum pak Pri menjawab kita masih perlu dukungan dari warga sekitar. karena masih perlu dibimbing dan diberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah rum,ah tangga ini untuk kebaikan lingkungan demi kepentingan bersama menciptakan suasana yang bersih dan sehat.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Jumat, 24 November 2017

PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK


Sampah domestik atau sampah yang berasal dari rumah tangga pada akhir akhir ini menjadi bahan pembicaraan yang hangat diwilayah perkotaan terutama dikota kota besar  Kepadatan penduduk disebuah kota membawa konsekuensi bertambahnya sampah disamping itu muncul problem baru yaitu kesulitan mendapatkan lahan untuk tempat pembuangan akhir sampa, sehingga diperlukan sebuah terobosan  guna mengatasi persoalan sampah dimaksud.
Peningkatan volume sampah tidak terlepas dari pertamb ahan jumlah penduduk. Bisa kita hitung berapa volume sampah yang kita buang setiap harinya. Kemudian berapa perbulannya dan berapa pertahunnya kali jumlah penduduk/rumah tasngga. Maka akan kitya temukan angka yang fantastis. Satu hal yang memprihatinkan  adalah sebagian besar dari sampah yang kita buangkan menetap beribu bahkan berjuta tahun didalam tanah tanpa bisa terurai. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah. Pengelolaan sampah yang hanya meliputi pengumpulan dan pengangkutan  ke TPS dilanjutkan ke TPA belum mampu menyelesaikan masalah . Produksi sampah tidak berbanding  lurus dengan kecepatan pengangkuitan dan pengolahan, sehingga terjadi penumpukan sampah.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Kamis, 02 November 2017

LOMBA KREASI DAUR ULANG DAN FASHION SHOW BUSANA DAUR ULANG DI TPA RANDEGAN


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto hari Sabtu (21/10) kemarin  menggelar Lomba Kreasi produk daur ulang sekaligus bersamaan dengan Kegiatan lomba/Festival fashion show Daur Ulang taahun 2017. Kali ijni cukup unik dan surprise karena biasanya penyelenggaraan fashion busana seperti ini umumnya diselenggarakan dihotel atau gedung gedung mewah  tetapi kali ini lain. Event itu diseklenggarakan di tempat sampah (baca Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Lingkungan Randegan Kecamatan Magwersari Kota Mojokerto.

Untuk Lomba Produk Kreasi Daur Ulang dari bahan sampah ini diikuti oleh para peserta dari seluruh Bank Sampah dan PKK se Kota Mojokerto. Sedangkan Fashion show busana daur ulang diikuti selain dari Basnk Sampah juga diikuti oleh Sekolah Sekolah baik SLTP  Maupun SLTA Negeri maupun swasta. Kedua event tersebut mendapat perhatian yang besar  dari pengunjung, ada sejumlah ribuan yang hadir memadati  acara tersebut. Hadir pada acara pembukaan  telah menyampaikan sambutan singkat Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus beserta undangan para pimpinan OPD dan masyarakat sekitarnya. Bagi para pemenangnya disediakan hadiah, dimana untuk Lomba Kreasi Daur ulang berhadiah uang sejumlah Rp. 6 juta,- dan trophy dan untuk lomba Fashion Show hadiah berupa uang Rp. 9 juta,- dan trophy. Kepala DLH Kota Mojokerto, Amin Wahid dalam laporannya menyamnpaikan terima kasih atas dukungan dari semua pihak  khususnya para pengurus Bank Sampah Induk dan yang lain sehingga terse;lenggaranya acara ini.
 (Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Jumat, 27 Oktober 2017

DLH SUKABUMI LAKUKAN STUDI BANDING KE TPA RANDEGAN


Selasa 24 Oktober kemarin Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi Jawa Barat secara resmi mengadakan kunjungan kerja untuk studi banding masalah pengelolaan sampah di Kota Mojokerto dengan sasaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto khususnya pengelolaan sampah di TPA Randegan.
Rombongan tamu  dipimpin oleh Adil Budiman Kepala DLH Kota Sukabumi dan diterima oleh Kepala DLH Kota Mojokerto, Amin Wachid beserta staf  serta beberapa pengurus Bank Sampah Induk bertempat diaula TPA Randegan di Kel Kedundung Kecamatan Magersari. 

Setelah penyampaian maksud dan tujuan disampaikan oleh Adil Budiman selaku Pimpinan Rombongan dari DLH Kota Sukabumi dilanjutkan dengan penjelasan / uraian dari Kepala DLH Kota Mojokerto Amin Wahid yang secara panjang lebar menguraikan tentang keberadaan TPA Randegan dengan program2 unggulan dari DLH dalam upaya pengelolaan sampah di kota dengan mengikut sertakan secara akrtif seluruh lapisan masyarakat, yang dalam hal ini secara khusus juga diuraikan tentang keberadaan Bank Sampah di setiap RT/RW yang dikoordinir oleh Bank Sampah Induk Kota Mojokerto. Keberadaan Bank Sampah dengan program program unggulannya yang didukung oleh Walikota dan Pimpinan  OPD terkait serta partisipasi seluruh masyarakat secara aktif telah mengantarkan Kota Mojokerto memperoleh penghargaan Piala Adipura tiga kali berturut turut.

Peninjauan keliling

Setelah memperoleh penjelasan teknis dilanjut dengan kunjungan lapangan daklam hal ini ke lokasi lokasi pengelolaan sampah serta sarana prasarana TPA, yakni Kantor operasional dan Kantor Bank Sampah Induk beserta mekanisme dan tata kerjanya, Rumah kompos, Ruang Pengolahan biogas yang menghasilkan gas methane yang digunakan sebagai bahan bakar yang secara nyata telah digunakan dan dimanfaatkan oleh warga sekitarPemanfaatan zona pasif untuk Taman Bermain anak anak, Rekreasi keluarga, Taman baca dan bukit sampah yang telah menjadi bukit teletubbis yang menarik.

Dalam acara kesan pesan menjelang kepulangannya tamu merasa puas dengan layanannya dan merasa memperoleh tambahan ilmu dari Kota Mojokerto serta apa apa yang telah disaksikan dan keberhasilan pengelolaan TPA di Randegan Kota  Mojokerto akan ditrapkan di Sukabumi.

Penulis : Drs. Budiman Sudijono

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Selasa, 24 Oktober 2017

DELAPAN KEPALA OPD KAB. KARAWANG KUNJUNGI TPA RANDEGAN KOTA MOJOKERTO



TPA Randegan Kota Mojokerto dikunjungi Kepala OPD Kabupaten Karawang Senin (16/10/17). Rombongan studi banding yang diikuti delapan Kepala OPD ke TPA Randegan ini diketuai Kepala DLH Kabupaten Karawang Wawan Setiawan dan Kepala Bappeda Eka, untuk melihat dari dekat proses pengolahan sampah hingga Kota Mojokerto dapat meraih Piala Adipura, yang diterima Kepala DLH Kota Mojokerto Amin Wachid.

Usai beberapa jam berkunjung ke TPA Randegan, rombongan menuju Kantor Pemkot Mojokerto dan diterima langsung oleh Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus di ruang kerjanya. Kiai Ud dalam arahannya menjelaskan tentang manajemen persampahan dengan gamblang.

Wali kota menjelaskan bahwa manajemen persampahan di Kota Mojokerto dimulai dari tingkat rumah tangga. 1600 kader motivator kesehatan yang setiap hari Jumat masuk ke rumah-rumah warga bertugas untuk mencari jentik nyamuk juga bertugas sebagai pemilah sampah warga. Peran serta masyarakat dilibatkan.


penulis : Drs. Budiman Sudijono

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Rabu, 20 September 2017

IBU LURAH DAN FASILITATOR LINGKUNGAN IKUTI PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA TAHUN 2017


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto hari Selasa kemarin (19/9) mengadakan pelatihan Managemen / pengelolaan Sampah Rumah Tangga bagi para Isteri Lurah dan kader Fasilitator Bank Sampah se Kota Mojokerto, dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Materi yang disampaikan meliputi Manajemen/Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (teori dan Praktek)  oleh Riani, SH Direktur Bank Sampah Induk Kota Mojokerto serta Pelatihan membuat Gaun/busana Fashion dari sampah (Daur Ulang)

Amin Wahid, S.Sos, MSi sel;aku Kepala DLH yang hadir pada acara pembukaan menyampaikan pidato dan harapan agar Ibu 2 Luran dan Kader khuusnya dan peserta pada umumnya dapat menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah rumah tangga./ Selain itu diharapkan dapat berkoordinasi dan sinergi dengan Bank Sampah yang ada diwilayahnya dalam hal ini di RT dan RW masing masing. Program utamanya dalam pengelolaan samp[ah adalah 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle.Acara berlangsung selama 3 hari yakni mulai Selasa, Rabu dan Sabtu 21 September yang akan datang. (Bdm)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Selasa, 05 September 2017

MEMBUDAYAKAN PHBS BAGI SETIAP WARGA KOTA

Pola Hidup Bersih dan Sehat ( disingkat PHBS) kini mulai bergaung dan populer di kota Mojokerto karena program ini bukan sesuatu yang wacana tetapi sudah menjadi kegiatan yang kongkrit dilaksanakan oleh seluruh warga kota Mojokerto. Betapa tidak karena Pimpinan Daerah dalam hal ini Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus terjun langsung ke masyarakat sampai ketingkat paling bawah dalam hal ini RT/RW. Walikota hampir setiap minggu sekali setiap hari Jum'at sudah mengagendakan kegiatan tetap yaitu kegiatan Pemberantasan sarang Nyamuk ( PSN ) 60 menit teristegrasi uyang sudah populer, kemudian disusul dengan program baru/lanjutan yanfg diseburt dengan  Program KASIH SETIA (Kampung Bersih, Sehat, Teduh, Indah dan Aman) serta Program Cuci Rumah Warga. Keberhasilan program ini telah menghantarkan kota Mojokerto memperoleh Piala Adipura Kirana yang kedua tahun 2017 setelah sebelumnya tahun 2016 memperoleh penghargaan / piala yang sama.

Melibatkan semua stakeholders

Dua program terakhir itu telah dicanangkan dalam waktu 1 tahun ini yakni sejak awal tahun 2017 yang mnelibatkan komunitas Bank Sampah Induk Kota Mojokerto dan para kader Fasilitator Lingklungan  di masing masing Kelurahan . Hampir semua stakeholders  dan OPD yang terkait dilibatkan dalam program yang bersifat integratif ini, yaitu meliputi : Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas Polisi Pamong Praja, Dinas Pertanian,  Dinas KBPPKS, Camat dan Lurah, RT dan RW setempat.

Paradigma PHBS sebagai karakter
Walikota Mas'ud Yunus dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan dan mengajak agar semua lapisan masyarakat  warga kota Mojokerto dapat terlibat aktif dalam program PHBS ini dan menjadikannnya sebagai paradigma yang harus dicapai serta dapat dijadikan sebagai karakter untuk selalu membudayakan PHBS ini.  Selanjutnya sebagai konsekuensi logis dan komitmen, Pemkot Mojokerto telah membentuk Forum Kota Sehat guna mempersiapkan diri guna meraih predikat Kota Sehat Tingkat Nasional.
 Untuk persiapan penilaian Kota Sehat ini,  Kota Mojokerto  telah lolos verifikasi dan masuk dalam penilaian lomba Kota Sehat Tingkat Nasional tahun 2017 yang waktu penilaiannya dalam waktu dekat ini. 
(Budiman)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Selasa, 08 Agustus 2017

KOTA MOJOKERTO MERAIH PENGHARGAAN ADIPURA



Tahun 2017 ini Pemerintah Kota Mojokerto meraih kembali penghargaan Adipura setelah tahun yang lalu memperoleh prestasi yang sama. Penghargaan Piala Adipura diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya  kepada Walikota Mojokerto Drs. H. Mas'ud Yunus dalam suatu acara Malam Malam Anugerah Lingkungan Tahun 2017 di Auditorium Gedung Manggala Wana Bhakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di  Jakarta.
 Sebagaimana diketahui bahwa penghargaan Adipura merupakan sebuah penghargaan  dibidang lingkungan hidup yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota yang dinilai telah berhasil mewujudkan kota yang bersih, teduh, sehat dan berkelanjutan dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik (Good government).
Penghargaan Adipura tahun 2017 diberikan kepada 16 Kabupaten dan Kota  di Indonesia termasuk Kota Mojokerto.

Bersyukur

Walikota Mojokerto dalam komentar singkatnya seusai acara yang didampingi oleh Kepala DLH  dan beberapa Kepala OPD terkait  menyatakan Syukur Alhamdulillah dapat meraih kembali ADIPURA ini dan itu semua bisa terwujud karena berkat kerja sama yang baik semua pihak dan  kesadaran warga Kota Mojokerto akan pentingnya menjaga lingkungan dan kebersihan kota disampimg masyarakat yang terus menerus berperan melakukan program program inovasi seperti adanya Bank Bank Sampah yang terus muncul danberkembang serta adanya program baru yang disebut dengan Program KASIH SETIA (Bdm)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Senin, 07 Agustus 2017

INOVASI BARU ; INSTALASI PENGOLAHAN BIOGAS DAN PUPUK ORGANIK DIRESMIKAN



Inovasi  dan  kreasi setiap elemen warga kota Mojokerto tidak pernah terhenti. Semangat ini terus tumbuh dan berkembang . Hal ini terbukti dengan  diraihnya beberapa prestasi  oleh masyarakat atau lembaga lembaga pemerintah. Demikian juga inovasi  yang terus dilakukan  baiik oleh masyarakat maupun Organisasi Pemerintah Daerah seperti halnya  pada UPT Rumah Potong Hewan  sebagai salah satu pelaksana teknis  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto  telah melakukan  inovasi berupa  pengolahan limbah kotoran sapi. Selama ini kotoran sapi  yang ada di  Rumah Potong Hewan belum  dapat dimanfaatkan  secara maksimal dan belum terkelola dengan baik, bahkan nyaris mencemari lingkungan masyarakat sekitar termasuk sumber air / sumur warga setempat.  Karena itu diperlukan suatu instalasi  pengolahan limbah organik tersebut untuk dijadikan  pupuk organik.
Maghfur, SH, Msi Kepala UPT Rumah Potong Hewan  pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto menjelaskan  bahwa tujuan pembangunan Instalasi  biogas itu adalah  adalah untuk memanfaatkan limbah organik yang berasal dari kotoran sapi untuk dijadikan sumber energi  alternatif dan terbaru yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Tentang manfaatnya lebih lanjut Maghfur secara teknis  bahwa awal membangun kuba perangkap biogas dengan volume 25 m3 dan hasil jangkauan aliran gas mencapai  100 meter lebih dengan tekanan maksimal 100 Psi. Sampai saat ini dapat memberi sambungan  sebanyak 5 (lima) rumah. Sedangkan limbah organik yang sudah dihasilkan adalah dalam bentuk gas cair dan padat, sehingga sayang  jika dibuang begitu saja padahal masih bisa dimanfaatkan oleh warga.
Instalasi  Pengolahan Biopgas dan pupuk organik UPT Rumah Potong Hewan itu diresmikan oleh Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus  yang waktunya bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Pemerintah Kota Mojokerto ke 99 Tahun 2017 ditandai dengan penanda tanganan prasasti  oleh Walikota Mojokerto yang didampingi oleh Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian  Kota Mojokerto Drs. R. Happy Dwi Prastiawan, Msi dengan disaksikan para tamu dan undangan lainnya.

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Kamis, 03 Agustus 2017

SEPTIC TANK sebuah teknologi pengolahan limbah





Pada umumnya orang lebih menaruh perhatian apa yang dapat masuk ke dalam perutnya, tetapi sering melupakan apa yang perlu diperhatikan bagi apa yang dibuangnya.

Dalam sebuah perencanaan rumah tinggal, bisa kita lihat bagaimana orang ternyata lebih cenderung menganggap remeh keberadaan septic tank daripada keberadaan dapur atau tandon air. Memang, tidak berarti bahwa septic tank lebih penting daripada yang lainnya. Tetapi jika kita melupakannya maka kelalaian itu justru akan banyak mem,beri dampak yang amat tidak menguntungkan bagi kehidupan kita.

Septic tank, biasa diplesetkan oleh lidah orang Indonesia “sapiteng”, sebenarnya adalah salah satu teknologi pengolahan limbah ( dalam hal ini adalah kotoran manusia). Limbah ini dibuang dengan cara ditampung terlebih dahulu untuk “dinetralkan”.

Proses penghancurannya dilakukan secara alami yaitu dengan cara menggunakan bakteri hidup. Bakteri itu senagaja “dipelihara” dan “digemukkan” untuk memakan kototan manusia dari water closet. Sehingga kotoran tersebut hancur terurai.

Oleh sebab itu ada pantangan memberi obat yang mengandung bahan kimiawi kuat yang dapat membunuh bakteri-bakteri tersebut. Akibatnya, limbah ini terus bertambah tanpa ada yang mengurai dan akhirnya cepat menjadi penuh.
Selain limbah sisa pencernaan manusia, air pendorongnya pun perlu diperhitungkan. Hal ini berkaitan dengan volume ruang seberapa besar septic tank itu dapat menampung kapasitas tertentu. Biasanya dapat dihitung dari prediksi (perkiraan) berapa banyak orang pemakainya selama rata-rata per harinya.

Sebaiknya, volume septic tank dibuat melebihi perhitungan. Hal ini diperlukan untuk memberi peluang bagi penambahan pemakai secara mendadak, misalnya : kedatangan tamu atau terserang wabah sakit perut. Selain itu, perlu memperhitungkan volume air yang dipakai untuk mendorong masuk limbah tadi. Air tersebut tentu tidak ikut terurai melainkan dibiarkan merembes ke dalam sumur resapan untuk disaring kembali sebelum meresap ke tanah.

Dari kloset, limbah itu maasuk ke dalam septic tank bersama-sama dengan air dan udara melalui pipa yang mempunyai kemiringan yang cukup curam dan sedikit mungkin terdapat belokan.

Dari septic tank, udara ini juga harus dibuatkan saluran pembuangnya secara khusus untuk menjaga tekanan di dalamnya. Udara ini berbau tidak sedap karena limbah manusia juga mengandung unsur amonia, oleh karena itu sebaiknya mengarah ke wilayah yang tidak mengganggu aktivitaf manusia.

Septic tank suatu saat akan penuh (waktunya tergantung dengan frekuensi pemakaiannya dan volumenya). Untuk itu, perlu disediakan lubang kecil tertutup diatasnya yang dapat dibuka sewaktu-waktu agar dapat dikuras.
Hal-hal di atas adalah hal-hal teknis mengenai septic tank. Dari situ kita dapat mengetahui alasan rasional apa yang menyebabkan kenapa septic tank sebaiknya tidak terletak di ruang beraktivitas sehari-hari apalagi ruang rtidur maupun dapur.

Mungkin penjelasan dalam feng shui hanya menyebutkan kaitanyya dengan gangguan akan rejeki atau kesehatan. Tetapi logika Timur yang suka dengan bahasa simbol (dalam hal ini dikatakan dalam”bahasa” unsur : air,api,tamah,kayu dan logam) memang cukup mewakili mengapa septic tank yang diwakili oleh unsur air dapat mengganggu dapur yang diwakili oleh unsur api. Karena air dapat melemahkan api, dan itu dapat mengganggu sumber penghidupan di dapur, terutama kompor.

Perhitungan Ukuran Septictank

Septictank adalah bak yang berfungsi untuk menampung air limbah khususnya tinja manusia yang digelontorkan dari WC (water closet). Proses pembuangan limbah dari WC disalurkan melalui pipa PVC ukuran 4" atau lebih. Konstruksi septictank disekat dengan pasangan batu bata dan diatasnya diberi penutup plat beton yang dilengkapi penutup control serta diberi pipa hawa T, yang berfungsi sebagai penyalur udara atau oksigen agar proses pembusukan kotoran dapat terjadi. Rumah tinggal sebagai hunian yang nyaman dan sehat bagi penghuninya, tentunya harus memiliki septictank yang  memiliki ukuran / volume yang sesuai dengan pengeluaran limbah dari penghuninya, dan jika perencanaan dimensi septictank salah, maka akan timbul masalah yang akan mengakibatkan kerugian bagi pemilik tempat tinggal. Anda khususnya para Engineer haruslah melakukan persiapan kapasitas septictank yang sesuai dengan jumlah pengeluaran limbah penghuni, jangan sampai septictank yang anda buat tidak dapat menampung limbah penghuni rumah.
Contoh perhitungan
Data :
  • Jumlah penghuni tetap rumah : 6 orang
  • kebutuhan ari per orang : 25 liter / hari (sesuai dengan standart kebutuhan air / orang / hari)
  • Lama pembusukan : 3 hari
Perhitungan :

  • Dalam perencanaan, jumlah penghuni jangan mengambil nilai penghuni tetap rumah tinggal, karena jika sewaktu - waktu ada tamu maka jumlahnya akan berubah, oleh sebab itu kita asumsikan jumlah penghuni menjadi = 12 orang.
  • Tentukan tinggi rencana septictank, sesuaikan dengan struktur bangunan, misalkan diasumsikan tinggi rencana = 2 m
  • Tinggi muka air = 2/3 x 2m = 1,3 m
  • Tinggi ruang udara = 2 - 1.3 = 0,7 m
  • Perhitungan Volume air yang masuk = 12 x 25 x 3 = 900 liter = 0,9 m3
  • Perhitungan Luas Alas Septictank = Volume /Tinggi muka air = 0,9 / 1,3 m = 0,7 m2
  • Menghitung Panjang dan Lebar Alas Septictank = Panjang diasumsikan 1 m, sehingga didapatkan lebar = Luas / Panjang = 0,7 m2 / 1 m = 0,7 m.
Dari uraian perhitungan diatas maka didapat dimensi ukuran septictank yang aman untuk rumah dengan asumsi penghuni maksimal 12 orang sebagai berikut :

  • Panjang septictank = 1 m (asumsi)
  • Lebar septictank = 0,7 m
  • Tinggi septictank = 2 m (asumsi)

Dari perencanaan dimensi ukuran septictank yang sudah diuraikan diatas, maka faktor yang sangat penting dalam menentukan dimensi ukuran adalah tinggi rencana, panjang rencana, dan jumlah penghuni untuk menentukan volume air yang masuk pada septictank yang akan direncanakan.

Tips tambahan agar septictank tidak mudah penuh dan mampet, perlu diperhatikan hal - hal berikut :

Kemiringan Pipa 

Kemiringan menentukan lancar tidaknya aliran tinja dari wc ke bak penampungan. agar mengalir lancar, kemiringan pipa minimal 2 persen, artinya setiap 100 cm terdapat perbedaan ketinggian 2 cm.

Pipa saluran yang tepat

Pipa saluran berupa PVC, ukuran minimal adalah 4" (inch). sedang rumah yang mempunyai banyak wc, sebaiknya menggunakan diameteri pipa yang lebih besar. Buatlah saluran dari wc ke septictank saluran yang lurus tanpa belokan. karena apabila ada belokan atau sudut akan rentan mampet / buntu. sedangkan saluran dari bak pertama ke bak kedua sebaiknya menggunakan sambungan leter T, hal ini supaya limbah mengalir dari bak pertama hanya limbah cair saja. Jadi fungsi resapan akan lebih baik.

Bak harus kedap air

Dinding dasar dan penutup bak pertama harus kedap air, agar limbah tidak mencemari lingkungan. Dianjurkan menggunakan beton cor namun bila ini memberatkan bisa diganti PC 1 : 3.

Pipa Udara

Pipa ini berfungsi membuang gas yang dihasilkan oleh limbah tinja, karena bila gas tidak bisa keluar maka limbah tidak akan bisa masuk karena terdorong gas dari dalam dan septictank akan terasa penuh, padahal belum.

Ketinggian kloset terhadap septictank

Hal ini sangat berpengaruh terhadap dorongan air plus tinja mengalir kedalam septictank, dan mempengaruhi kelancaran pipa saluran antara wc dan septictank. Bila rumah anda berada di dataran yang rendah atau bekas sawah (rawa), hal ini akan sangat penting, mengingat tanahnya banyak mengandung air sehingga resapan air tanahnya relatif lambat. semakin tinggi jarak antara closet dengan septictank itu semakin baik

Sesuaikan kapasitas dengan kebutuhan

selain perhitungan diatas, jika ukuran septictank 2m x 1m x 0,7 m, maka bak resapan bisa dibuat dengan ukuran 2m x 0.7 m x 0,7 m.

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

 
back to top