Sabtu, 28 November 2015

KLH MENGGELIAT



KLH MENGGELIAT & KADER LINGKUNGAN DIKUKUHKAN
Tak mau ketinggalan dengan daerah – daerah lain terutama Surabaya dengan program lingkungan GREEN & CLEAN yang sudah terkenal dibawah  Walikota Tri Risma Harini itu kini Kota Mojokerto dibawah Walikotanya yang Kyai Mas’ud Yunus mulai menggeliat dengan program penghijauan yang terkenal dengan program BERSERI (BERSIH, SEHAT, LESTARI).
Kota Mojokerto dalam hal ini Pemerintah Kota dibawah kendali Kantor Lingkungan Hidup (KLH) mulai mengejar ketinggalan dengan daerah lain dengan melakukan pelatihan – pelatihan Manajemen Bank Sampah bagi warga masyarakat diseluruh  Kelurahan diwilayah Kota Mojokerto sekaligus mencetak mereka sebagai Kader Lingkungan, sebagai Motivator Dan Fasilitator Lingkungan disetiap kelurahan.
Dalam tahun anggaran 2014/2015 KLH Kota Mojokerto telah mencetak sebanyak 150 Kader Lingkungan yang tersebar diseluruh Kelurahan pada 2 (dua) Kecamatan yang dimiliki Kota terkecil di Jawa Timur itu.
Sebagai puncak acara KLH Kota Mojokerto mengadakan kegiatan lapangan berupa outbond bagi 150 Kader Lingkungan dimaksud bertempat di Bukit Duyung Hill Trawas Kab. Mojokerto pada hari Selasa, 17 Nopember 2015 yang baru lalu,sekaligus pengukuhan sebagai Kader Lingkungan, Fasilitator dan Motivator.
Kegiatan Outbond merupakan pembekalan awal bagi para Kader Lingkungan, Fasilitator dan Motivator dalam menjalankan aktifitas di lingkungan masing – masing. Nurhariyadi, SH, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Mojokerto dalam sambutannya mengharapkan para Kader dapat menjalankan fungsi dan perannya di masyarakat dengan baik, sedangkan Wahyu, salah seorang aktifis lingkungan Jatim menyampaikan hendaknya setiap kader lingkungn giat bekerja dengan semangat, senang hati dan ikhlas dengan menjadi motor penggerak bagi masyarakat.





Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Selasa, 24 November 2015

BUDIMAN SERIUS BUDIDAYA TOGA





Purna tugas (pensiun) bukan berarti berhenti dari seluruh kegiatan, justru masih banyak hal yang bisa kita lakukan yang bermanfaat bagi orang lain.  Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Budiman dan memberikan manfaat bagi masyarakat adalah budidaya tanaman” toga.” .  sejak pensiun beberapa tahun lalu, Budiman menggeluti tanaman obat keluarga (TOGA),  mulai dari satu batang hingga kini sudah berkembang banyak.  Semangat sebagi abdi negera dan abdi mayarakat tak pernah lepas dari jiwanya.
Di usia yang ke 61 tahun  mantan Asisten Walikota ini, banyak terjun ke organisasi sosial masyarakat.  Menjadi ketua RW, dan juga pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Gayatri Kelurahan Kedundung.  “saya hoby bercocok tanam, walau tidak memiliki basik pertanian namun kegiatan bercocok tanam cukup berhasil” katanya. 
Budiman yang juga kader lingkungan ini menuturkan, pohon insulin adalah jenis tanaman toga yang dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan peyakit deabetes (kencing manis).  Caranya adalah dengan memasak daunnya sebanyak 7-9 lembar  diberi 4 gelar air kemudian dimasak sampai dengan tinggal 2 gelas.  Setelah itu bisa diminum satu hari 2 kali setiap hari ini untulk penyakit kencing manis sudah parah.  Namun jika untuk pencegahan cukup satu minggu  2kali. Hasilnya sudah bisa dibuktikan dapat menurunkan kadar gula dalam darah.
Budidaya tanaman insulin ini tampaknya memberi manfaat  bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga orang lain. Cara tanam pohon insulin sangat mudah, karena cukup dipotong batangnya dan ditancapkan langsung ditanah atau media yang sudah siap tanam.  Kedepan daun insulin ini akan menjadi produk unggulaan KIM.  Budiman dan Sri Marfiati istrinya selaku ketua KIM akan memproduksi daun insulin ini sebagai obat herbal. Dengan  kemasan daun kering ini akan dipasarkan untuk masyarakat luas.  Namun saat ini pihaknya masih harus menyiapkan ijin industri rumah tangga (TRT) dari Dinas Kesehatan.
Selain tanaman insulin, kini Budiman yang tinggal di Jln. Merbabu 1 nomor 5 Perumahan Kedundung Indah ini sudah memiliki koleksi toga sebanyak 30 jenis.  Dan terus akan mencari jenis toga lain yang belum dimiliki.  Dari 30 jenis ini dibuatkan katalog untuk dijadikan buku bacaan obat herbal dari tananam obat leluarga. (ri)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Sabtu, 21 November 2015

PENGUKUHAN KADER LINGKUNGAN



PENGUKUHAN KADER LINGKUNGAN
Selasa, 17 November 2015


Untuk mendukung program Pemerintah Kota Mojokerto dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman dan asri serta dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Kota Mojokerto agar lebih peduli lingkungan, Kantor Lingkungan Hidup Kota Mojokerto menyelenggarakan kegiatan Pengukuhan Kader Lingkungan Kota Mojokerto yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 Nopember 2015 bertempat di Duyung Trawas Hills Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menjadikan kader lingkungn sebagai fasilitator dalam membina dan membimbing masyarakat yang ada di wilayahnya masing-masing. Adapun masyarakat yang ditunjuk sebagai kader lingkungan terdiri dari fasilitator dan perwakilan warga dari masing-masing kelurahan yang ada di Kota Mojokerto.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 (satu) hari, dimana sebelum pengukuhan kader lingkungan, peserta diberikan training atau pelatihan serta outbond untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan diantara kader lingkungan. Dan sebagai puncak acara adalah pengukuhan kader lingkungan oleh Bapak Kelapa Kantor Lingkungan Hidup Kota Mojokerto dengan membaca Ikrar Kader Lingkungan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kader lingkungan dapat menjadi fasilitator, contoh sekaligus teladan bagi masyarakat di sekitar wilayahnya masing-masing.

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Update



PEMBANGUNAN BERBASIS GOTONG ROYONG, TEKAN ANGKA PENGANGGURAN
Senin, 02 November 2015


Untuk membangun sebuah daerah, pemerintah membutuhkan peran serta aktif masyarakat. Ketika terjadi suatu permasalahan di suatu wilayah seperti terjadinya banjir, masyarakatnya hendaknya bergotong royong membenahi wilayahnya sendiri dan tentunya dengan dukungan pemerintah untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman untuk ditempati.

Seperti yang terlaksana di Kota Mojokerto. Pemerintah mengajak masyarakat bersama-sama membangun wilayahnya. Hal ini sesuai keinginan Walikota Mas’ud Yunus dalam program bedah kampung yang pada 29 Oktober lalu memulai proyek di lingkungan Kelurahan Meri.
Pemerintah menggelontorkan alokasi maksimal 1 milyar dari APBD 2015 untuk satu wilayah bedah kampung ini. Masyarakat diajak untuk membenahi permasalahan di wilayahnya seperti perbaikan gorong-gorong, pembuatan tempat sampah, penerangan, penghijauan, jambanisasi dan semua permasalahan yang mengarah pada lingkungan yang sehat dan nyaman.
Dalam program ini, seluruh pekerja proyek berasal dari wilayah itu sendiri. “Ini namanya pembangunan berbasis gotong royong,” seru Walikota di sela meninjau proyek perdana di lingkungan Meri. Walikota lantas menuturkan bahwa semangat gotong royong dan bekerja sama membangun wilayah ini sesuai dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo.
Selain itu dengan memberikan kesempatan bekerja, akan dapat menekan angka pengangguran di wilayahnya. “Begini seharusnya pembangunan. Uang dari rakyat harus kembali pada rakyat. Jadi perputaran uang masih pada masyarakat Kota Mojokerto,” tambahnya.
Dengan keterlibatan masyarakat untuk menggarap proyek pemerintah, Walikota berharap akan dapat mensejahterakan warganya. Sebab pengupahan dari proyek tersebut juga di atas standar kota. “Di sini untuk kuli diupahi 65 ribu, untuk tukang 75 ribu. Tapi mereka hanya bekerja setengah hari. Kalau di kota, upah sebesar itu untuk satu hari penuh,” tuturnya.
Total di lingkungan Meri saja, warga yang terlibat seluruhnya 115 orang. Diperkirakan ada lebih dari 600 warga yang ikut serta di lima titik lokasi bedah kampung tahun ini. Lima titik tersebut antara lain tiga lokasi di Kecamatan Magersari dan dua lokasi di Kecamatan Prajurit Kulon. Kalau program ini bagus dan dapat dirasakan masyarakat, tahun depan akan ditingkatkan titik lokasinya.
Dengan begitu ia yakin pengangguran di lima daerah tersebut dapat teratasi. Dan karena membangun wilayahnya sendiri ia optimis pengerjaannya juga sangat bagus. “Angka pengangguran ini yang sangat penting. Karena kita ingin menekan angka pengangguran serendah-rendahnya dan menekan angka kemiskinan serendah-rendahnya,” tegas Walikota. (kha, Rr - Humas)


Walikota Beri Penghargaan 313 Pelajar Berprestasi
Senin, 02 November 2015


        Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus Sabtu (31/10) memberi penghargaan kepada pelajar berprestasi. Sebanyak 313 pelajar berprestasi dari tingkat PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan SLB di Kota Mojokerto ini dalam rangka memperingati hari ulang tahun Program Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan ke-7 tahun 2015.

                Walikota memberikan penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan dengan total 166.650.000 rupiah. Bertajuk “Gelar Seni dan Anugerah Prestasi”, acara yang berlangsung di Astoria Convention Hall ini dihadiri Walikota, Ketua DPRD, Kapolres Mojokerto Kota, Asisten, Kepala SKPD, Camat, Lurah, Ketua Komite Sekolah dan Kepala Sekolah se-Kota Mojokerto.

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

 
back to top