Rabu, 30 Maret 2016
Mojokerto Bebas Praktek Prostitusi Tahun 2016
![]() |
Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus, dalam sambutan pengarahan pada
acara pembukaan desiminasi Peraturan Daerah Mojokerto No. 3 Tahun 2013 tentang
penyelenggaraan ketertiban umum mengatakan bahwa untuk mewujudkan kota
Mojokerto sebagai kota service city yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan
bermoral, tentunya tidak terlepas dari upaya untuk menegakkan ketertiban di
tengah kehidupan masyarakat. Banyak hal yang harus disikapi agar masyarakat
lebih nyaman dan tentram termasuk didalamnya tentang praktek prostitusi dan
perdagangan manusia.
Untuk itu Walikota berharap agar masalah prostitusi bisa
diselesaikan bersama dalam tahun 2016 ini bahwa kota Mojokerto dinyatakan bebas
dari praktek prostitusi. Lebih jelas Walikota menjelaskan bahwa perlu dilakukan
sosialisasi kepada masyarakat, bahwa prosititusi melanggar Undang-undang dan
Peraturan Daerah. Kebijakan ini harus didukung dengan langkah nyata dan
pendekatan hukum dan keamanan, pendekatan sosial kemanusiaan, pendekatan secara
ekonomi serta pendekatan secara spiritual.
Walikota Mojokerto Buka Sosialisasi Penyebaran Paham Radikalisme dan Komunisme
![]() |
Badan Kesatuan Bangsa dan
politik Kota Mojokerto dalam program tahunannya, Rabu (10/2/2016)
menyelenggarakan sosialisasi tentang penyebarluasan paham radikalisme dan komunisme di hadapan 100 tokoh masyarakat
terdiri dari para Ketua RW untuk wilayah Kecamatan Magersari.
Acara dihadriri oleh
segenap unsur Pimpinan daerah dan dibuka secara resmi oleh walikota Mojokerto
Mas’ud Yunus, yang pada sambutan pembukaannya Walikota menjelaskan bahwa
Pemerintah Kota mempunyai tugas pokok dan berkewajiban untuk mensejahterakan
masyarakat sesuai Pembukaan UUD 1945 untuk membangun dibutuhkan situasi yang
aman, karena itu segala bentuk yang mengarah kepada gangguan keamanan harus
segera kita atasi bersama-sama. Karena itu keterlibatan seluruh unsur dan tokoh
masyarakat termasuk Ketua RT/RW peranannya sangat dibutuhkan.
Warga RW II Kedundung Indah Praktek Penggunaan Komposter
![]() |
Sampah telah
menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolannya perlu dilakukan secara
komprehensif dan terpadu dari hulu sampai hilir agar memberikan manfaat baik
secara ekonomis, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan serta dapat
mengubah perilaku masyarakat.
Beberapa waktu
yang lalu Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Mojokerto telah mengadakan
pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga dengan system/model pemberdayaan
masyarakat dengan tujuan agar masyarakat mau dan mampu nemumbuhkembangkan
potensi lingkungan sehingga semua lapisan masyarakat berperilaku dan berbudaya
ramah lingkungan untuk mewujudkan kampung yang bersih, sehat, asri, dan lestari. Dan sebagai salah satu dari
pengelolaan sampah yang baik dan benar di masyarakat adalah penggunaan alat
pembuat kompos atau yang disebu komposter yaitu sebuah alat yang dapat mengolah
sampah organic melalui proses pembusukan yang terkontrol atau terkendali.
Kota Mojokerto Berbenah Songsong Penilaian 2016
Program adipura dilaksanakan sejak tahun 1986, kemudian terhenti tahun 1998. Program Adipura kembali dicanangkan di Denpasar, Bali pada tanggal 5 Juni 2002, berlanjut hingga sekarang.
Pemkot Mojokerto melalui
SKPD terkait, dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) an Kantor
Lingkungan Hidup (KLH) telah jauh-jauh hari mempersiapkan diri dengan berbagai
upaya berupa program pembinaan kepada masyarakat secara terencana dan
sistematis dengan tujuan yang strategis yaitu untuk mendorong pemerintah daerah
dan masyarakat guna mewujudkan kota yang bersih dan teduh yang meliputi 2 (dua)
komponen, yaitu kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan
keteduhan kota serta indicator nonfisik dalam pengelolaan lingkungan perkotaan
yang meliputi: institusi, manajemen, dan daya tanggap.
Selasa, 29 Maret 2016
KIM GAYATRI LAKUKAN RAPAT KERJA ORGANISASI BAHAS RENCANA KERJA TAHUN 2016.
![]() |
Sebagai realisasi
Program Kerja tahun 2016, KIM GAYATRI
melakukan Rapat Kerja organisasi, walaupun dalam suasana kesederhanaan
dan keterbatasan. Rapat Kerja yang dihadiri oleh Pengurus lengkap dan beberapa
anggota yang terpilih itu berlangsung hari Kamis 24 Maret 2016 dalam suasana
yang santai namun serius mengambil tempat lesehan di Pos Kamling RT 04 RW II
Kedundung Indah Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari. Rapat Kerja dipimpin
oleh Ketua KIM GAYATRI, Ny.SRI MARFIATI,
didampingi oleh Sekretaris NY. Fatimah dan dihadiri oleh 10 orang pengurus
pleno dan kelompok.
Adapun materi atau agenda yang dibahas dalam rapat tersebut
adalah :
1.
Memantapkan visi dan misi KIM GAYATRI sebagai
lembaga /komunitas masyarakat informasi.
Dan mensosialisasikan secara terus menerus kepada anggota khususnya dan
masyarakat pada umumnya, tentang apa dan bagaimana KIM itu.
2.
Sebagai roh organisasi KIM adalah agen
Informasi, namun tidak mengenyampingkan bidang
usaha atau produk untuk pembeayaan
operasional KIM. Hal ini perlu dipahami oleh setiap anggota KIM maupun para
pelaku UKM sebagai mitra kerja KIM.
3.
Memusyawarahkan upaya penggalian dana
operasional KIM, baik dari internal maupun eksternal termasuk arturan main
kerjasama dengan UKM untuk keuntungan bersama.
4.
Meneyepakati pertemuan rutin bagi pengurus dan
anggota secara bergilir dan anjangsana setiap bulan untuk membahas perkembangan
dan informasi serta evaluasi organisasi.
Rapat yang dimulai jam 09.00 tersebut berlangsung selama 3
jam ditutup dengan arisan dan berakhir jam 12.00. (Bdm)
Senin, 28 Maret 2016
MENGENAL LEBIH DEKAT SOSOK RIANI SANG AKTIVIS SOSIAL
Ditemui wartawan Kim Gayatri dirumahnya yang sederhana di Balongcok wilayah Kelurahan Balongsari Kecamatan Magersari Kota Mojokerto pada hari minggu pagi kemarin, sosok perempuan tepatnya sosok seorang ibu pekerja keras yang gesit dan fleksibel, seorang aktifis sekaligus pekerja sosial yang ulet. " Srikandi " ini namanya RIANI, pendek dan singkat. Walaupun agak kurang sehat namun dengan ramah beliau menerima kunjungan wartawan Kim ini dengan ramah dan senang hati. Walaupun namanya tidak sepopuler atau menasional seperti Desi Anwar atau Najwa Shihab, namun untuk kelas lokal seperti Mojokerto nama Riani sudah cukup populer. Betapa tidak perempuan yang sudah memiliki tiga anak. satu putra dan dua putri dan "aslinya" berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil dan memilih kariernya dan menitinya dalam jabatan fungsional sebagai Pranata Humas ini memiliki aktifits diluar kedinasan cukup " seabreg". Berbagai aktifitas sosial kemasyarakatan dilakoninya tanpa lelah mulai dari tingkat terbawah dikelurahan sampai ke tingkat kota.
REMAJAKAN KEMAMPUAN OTAK ANDA DENGAN NAIK TURUN TANGGA TERUTAMA LANSIA
Otak adalah organ vital bagi manusia dan semuanya tashu. Otak sebagasi organ vital perlu peremajaan. Ada kabar baik bagi mereka mereka yang seringkali naik turun tangga. Sebuah studi baru memaparkan bahwa dengan mendaki dan menuruni tangga itu mampumeremajakan kemampuan otak manusia.
Seperti yang dilansir oleh express.co.uk pada hari minggu, 13 Maret 2016, bahwa umumnya orang yang sering naik turun tangga akan menjaga tubuh tetap bugar dan baik untuk kesehatan organ bagian dalam. Namun Concordia University's Perform Centre menemukan keuntungan lain, yaitu kemampuan otak. Ilmuwan Jason Stiffener pemimpin penelitian terkait menemukan bahwa usia otak berkurang 0,95 % untuk pendidikan setiap tahunnya dan bertambah 0,58 % ketika seseorang melangkahkan kakinya guna menaiki/mendaki tangga setiap harinya. " Studi ini menunjukkan bahwa hal ini dapat dijadikan sebuah kampanye untuk mengajak orang berusia lanjut, agar mereka dapat terus bekerja untuk menjaga kemampuian otak mereka, " kata Stiffener
Seperti yang dilansir oleh express.co.uk pada hari minggu, 13 Maret 2016, bahwa umumnya orang yang sering naik turun tangga akan menjaga tubuh tetap bugar dan baik untuk kesehatan organ bagian dalam. Namun Concordia University's Perform Centre menemukan keuntungan lain, yaitu kemampuan otak. Ilmuwan Jason Stiffener pemimpin penelitian terkait menemukan bahwa usia otak berkurang 0,95 % untuk pendidikan setiap tahunnya dan bertambah 0,58 % ketika seseorang melangkahkan kakinya guna menaiki/mendaki tangga setiap harinya. " Studi ini menunjukkan bahwa hal ini dapat dijadikan sebuah kampanye untuk mengajak orang berusia lanjut, agar mereka dapat terus bekerja untuk menjaga kemampuian otak mereka, " kata Stiffener



















