Untuk lebih
mendayagunakan dan lebih memaksimalkan fungsi dan peran Bank sampah didalam
ikut serta berkontribusi dalam penanganan penanggulangan sampah serta
mengkoordinasikan penanganan sampah di Bank bank sampah wilayah, maka Bank
Sampah Induk Kota Mojokerto boleh merasa lega dan bangga karena telah
memperoleh tempat sebagai kantor sekaligus tempat beroperasinya Bank sampah
induk yang selama ini belum memiliki kantor tetap. Dan tepatnya pada tanggal 12
Maret 2016 Bank Sampah Induk menempati kantor barunya di kompleks TPA Randegan
Kecamatan Magersari Kota Mojokerto yang sebelumnya menempati kantor sementara
di Jl. Galunggung di Perumahan Kedundung Indah. Direktur Bank Sampah Induk,
Riani, SH dengan didampingi oleh Pengurus merasa senang dan puas dan berterima
kasih kepada Kepala DKP atas perkenannya meminjami salah satu ruangan yang bisa
digunakan Bank Sampah. Riani berjanji bersama Pengurus Bank Sampah Induk untuk
bekerja membantu baik Kepala KLH maupun Kepala DKP didalam menangani
persampahan dan lingkungan hidup. Acara peresmian ditandai dengan syukuran dan
ramah tamah, dihadiri oleh segenap Pengurus dan undangan (Bdm).
Senin, 16 Mei 2016
Rabu, 06 April 2016
MENENGOK KEBERADAAN TELECENTER ' PALAPA ' SEBAGAI SALAH SATU LEMBAGA LAYANAN INFORMASI PUBLIK
![]() |
![]() |
Telecenter PALAPA adalah salah satu lembaga layanan publik yang dimliki oleh Pemerintah Kota Mojokerto Cq. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) yang diperuntukkan bagi masyarakat umumnya. khususnya masyarakat Kota Mojokerto, walaupun cukup disayangkan lokasi markas telecenter ini jauh dipinggiran kota, didalam kompleks terminal KERTAJAYA yang lal;u lintasnya amat ramai dan padat, bahkan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Mojokerto. Kemudian dinamakan PALAPA konon hal itu terkait dengan Mojokerto dalam kaitan sejarah Kerajaan Mojopahit dengan sumpah Mahapatih Gajahmada dengan sumpahnya yang terkenal Sumpah Amukti Palapa.
Selasa, 05 April 2016
DIALOG INTERAKTIF WALIKOTA DENGAN TOKOH MASYARAKAT MAGERSARI
Walikota Mojokerto, Drs. H. Masud Yunus pada selasa malam , 29 Maret 2016 kemarin mengundang tokoh masyarakat Kecaamatan Magersari yang diwakili oleh Ketua RT/RW dari tiga kelurahan yaitu
kelurahan Kedundung, Kelurahan Meri dan Gunung Gedangan dalam suatu pertemuan interaktif yang berlangsung di Pendopo Graha Praja Wijaya. Dalam forum dialog tersebut Walikota telah memaparkan secara panjang lebar tentang program Pemkot Mojokerto tahun 2016 terutama yang terkait dengan urusan wajib Pemerintah yaitu menyangkut Pelayanan Dasar, yaitu pendidikan, kesehatan dan kemiskinan. Pada kesempataan tersebut Walikota Masud Yunus telah menetapkan Tahun 2016 sebagai Tahun Pelayanan dan Tahun Infra struktur dan mewujudkan program dengan apa yang disebuit sebagai " Panca Sukses ". Selanjutnya mengenai Panca Sukses itu sendiri Walikota secara gamblang menjelaskan secara rinci sebagai berikut :
kelurahan Kedundung, Kelurahan Meri dan Gunung Gedangan dalam suatu pertemuan interaktif yang berlangsung di Pendopo Graha Praja Wijaya. Dalam forum dialog tersebut Walikota telah memaparkan secara panjang lebar tentang program Pemkot Mojokerto tahun 2016 terutama yang terkait dengan urusan wajib Pemerintah yaitu menyangkut Pelayanan Dasar, yaitu pendidikan, kesehatan dan kemiskinan. Pada kesempataan tersebut Walikota Masud Yunus telah menetapkan Tahun 2016 sebagai Tahun Pelayanan dan Tahun Infra struktur dan mewujudkan program dengan apa yang disebuit sebagai " Panca Sukses ". Selanjutnya mengenai Panca Sukses itu sendiri Walikota secara gamblang menjelaskan secara rinci sebagai berikut :
Kamis, 31 Maret 2016
BANK SAMPAH INDUK KOTA MOJOKERTO TERBENTUK USAI PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA
![]() |
![]() |
Rabu, 30 Maret 2016
Mojokerto Bebas Praktek Prostitusi Tahun 2016
![]() |
Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus, dalam sambutan pengarahan pada
acara pembukaan desiminasi Peraturan Daerah Mojokerto No. 3 Tahun 2013 tentang
penyelenggaraan ketertiban umum mengatakan bahwa untuk mewujudkan kota
Mojokerto sebagai kota service city yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan
bermoral, tentunya tidak terlepas dari upaya untuk menegakkan ketertiban di
tengah kehidupan masyarakat. Banyak hal yang harus disikapi agar masyarakat
lebih nyaman dan tentram termasuk didalamnya tentang praktek prostitusi dan
perdagangan manusia.
Untuk itu Walikota berharap agar masalah prostitusi bisa
diselesaikan bersama dalam tahun 2016 ini bahwa kota Mojokerto dinyatakan bebas
dari praktek prostitusi. Lebih jelas Walikota menjelaskan bahwa perlu dilakukan
sosialisasi kepada masyarakat, bahwa prosititusi melanggar Undang-undang dan
Peraturan Daerah. Kebijakan ini harus didukung dengan langkah nyata dan
pendekatan hukum dan keamanan, pendekatan sosial kemanusiaan, pendekatan secara
ekonomi serta pendekatan secara spiritual.
Walikota Mojokerto Buka Sosialisasi Penyebaran Paham Radikalisme dan Komunisme
![]() |
Badan Kesatuan Bangsa dan
politik Kota Mojokerto dalam program tahunannya, Rabu (10/2/2016)
menyelenggarakan sosialisasi tentang penyebarluasan paham radikalisme dan komunisme di hadapan 100 tokoh masyarakat
terdiri dari para Ketua RW untuk wilayah Kecamatan Magersari.
Acara dihadriri oleh
segenap unsur Pimpinan daerah dan dibuka secara resmi oleh walikota Mojokerto
Mas’ud Yunus, yang pada sambutan pembukaannya Walikota menjelaskan bahwa
Pemerintah Kota mempunyai tugas pokok dan berkewajiban untuk mensejahterakan
masyarakat sesuai Pembukaan UUD 1945 untuk membangun dibutuhkan situasi yang
aman, karena itu segala bentuk yang mengarah kepada gangguan keamanan harus
segera kita atasi bersama-sama. Karena itu keterlibatan seluruh unsur dan tokoh
masyarakat termasuk Ketua RT/RW peranannya sangat dibutuhkan.
Warga RW II Kedundung Indah Praktek Penggunaan Komposter
![]() |
Sampah telah
menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolannya perlu dilakukan secara
komprehensif dan terpadu dari hulu sampai hilir agar memberikan manfaat baik
secara ekonomis, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan serta dapat
mengubah perilaku masyarakat.
Beberapa waktu
yang lalu Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Mojokerto telah mengadakan
pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga dengan system/model pemberdayaan
masyarakat dengan tujuan agar masyarakat mau dan mampu nemumbuhkembangkan
potensi lingkungan sehingga semua lapisan masyarakat berperilaku dan berbudaya
ramah lingkungan untuk mewujudkan kampung yang bersih, sehat, asri, dan lestari. Dan sebagai salah satu dari
pengelolaan sampah yang baik dan benar di masyarakat adalah penggunaan alat
pembuat kompos atau yang disebu komposter yaitu sebuah alat yang dapat mengolah
sampah organic melalui proses pembusukan yang terkontrol atau terkendali.



















