Rabu, 10 Januari 2018

PEMAPARAN PERJANJIAN KINERJA TH 2018 OLEH KEPALA PERANGKAT DAERAH KOTA MOJOKERTO

Kepala Perangkat Daerah Kota Mojokerto mulai menyampaikan paparan perjanjian kinerja di hadapan Wali Kota dan Plt. Sekretaris Daerah Kota Mojokerto di Hotel Royal Trawas, Kamis (4/1).
Paparan tersebut berisi tentang visi misi perangkat daerah yang merujuk pada review RPJMD Pemkot Mojokerto dan Nawa Cita Jokowi-JK, rencana kinerja tahun 2018, dan rencana anggaran tahun 2018.
Wali Kota Mas’ud Yunus dalam sambutannya menekankan dua hal kepada Kepala OPD yaitu pertama, agar kegiatan pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan tidak terganggu oleh hirukpikuk politik di tahun 2018. “Yang penting harus istiqomah dan konsisten melaksanakan program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat dengan semangat netralitas dan profesionalitas aparatur Negara, fokus pada pekerjaan yang sudah diamanahkan.”
Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan kepada Kepala OPD harus punya semangat tinggi apapun yang sedang kita hadapi untuk melaksanakan tugas kita. Sebagaimana jargon Wali Kota sebelumnya, boleh kecil kota nya tapi tidak boleh kecil semangatnya.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Jumat, 29 Desember 2017

PAK PRI MEMPRODUK PUPUK KOMPOS DARI SAMPAH RUMAH TANGGA


Bagi kebanyakan orang mengurus sampah merupakan pekerjaan yang sangat merepotkan karena kotor dan bau sehingga orang enggan mengurusinya. . Sampah adalah zat atau bahan yang sudah tidask berguna lagi dan harus dibuang dan itu menjadi urusan petugas kebersihan. Namun berbeda dengan Supriyohadi, seorang lelaki, 47  tahun yang tinggal di Jl. Dieng 31 Perumahan Kedundung Indah Kelurahan Kedundung Kecamatan Magwersari Kota Mojokerto. Supriyohadi yang akrab dipanggil dengan Pak Pri ini sangat peduli dengan sampah. Ia menganggap sampah yang dihasilkan dirumah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi warga khususnya menyelamatkan lingkungan disamping menjaga kebersihan. Prinsip yang dilakukan  dalam pengelolaan sampah adalah 3 R, yaitu Reduce, Reuse dan Recycle. Pak Pri yang juga sebagai salah satu pengurus KIM GAYATRI dengan pengalaman pribadinya dan kegemaran menjaga kebersihan, kini telah berhasil membuat membuat pupuk kompos dengan bahan baku sampah rumah tangga. Produk pupuk kompos tersebut sudah diuji dan dipraktekkan oleh beberapa teman sejawat untuk pupuk tanaman dan pembenihan / pembibitan ternyata hasilnya sangat bagus. Tanaman menjadi subur dan sehat

Berawal dari hobbi 

Dalam sebuah wawancara dengan penulis di suatu hari Pak Pri menjelaskan bahwa awalnya adalah adanya hobbi menjaga kebersihan dan tidak suka dengan adanya sampah yang berceceran disekitar rumahnya dan dibuang begitu saja ditempat sampah. Pak Pri merasa risih dengan adanya tempat sampah yang isinya campur baur antara sampah basah sampah kering dan sampah B3. Pak Pri berpikir dan merenung bagaimana jika sampah sampah tersebut bisa dipilah dan dipilih mana mana yang masih bisa dimanfaatkan atau didaur ulang. Pak Pri berusaha mencari tahu dengan mencoba mencari buku buku tentang pemngelolaan sampah.amping itu Pak Pri mulai rajin membacam artikel2 bidang lingkungan hidup dan mengklipingnya. Maka mulailah Pak Pri melakukan praktek  membuat kompos tersebut,

Bahan bahan dari sampah rumah tangga

 Membuat kompos rumah tangga menurut pak Pri bisa menggunakan komposter yang bisa dibuat dari drum plastik atau timba, bekas tempat cat 25 kg atau tempat laimnya yang memiliki tutup. Adapun bahan bahan yang digunakan untuk pemrosesan kompos adalah : Limbah dapur (Sisa sisa makanan/sayuran/buah buahan, daun daunan basah dan kering,  serbuk gergaji dan sekam. Bahan bahan tadi dirajah/dicacah dengan ukuran 2 sampai 4 cm dan sedikit dicampur dengan EM4. Selanjutnya bahan bahan tadi ditutup dalam komposter dan dibiarkan berproses dan selanjutnya kurang lebih 2 bulan akan menjadi kompos.

Manfaat Kompos

Selama ini produk pupuk kompos pak Pri baru digunakan untuk kalangan sendiri misalnya untuk memupuk tanaman2nya yang kebetulan sang istri suka dan hobbi menanam tanaman produktif sepertim sayuran dan tanaman obat. Ketika ditanya kenapa tidak produksi secara massal. Sambil tersenyum pak Pri menjawab kita masih perlu dukungan dari warga sekitar. karena masih perlu dibimbing dan diberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah rum,ah tangga ini untuk kebaikan lingkungan demi kepentingan bersama menciptakan suasana yang bersih dan sehat.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Kamis, 21 Desember 2017

PEMBINAAN KEGIATAN PENTALOKA KE -6


Wali Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus, membuka kegiatan Pentaloka ke-6 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan, di Astoria Convention Hall, Selasa (5/12).
Wali Kota mengatakan tujuan Pentaloka ini untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian Bayi, dan ini akan terus diintensifkan di kalangan keluarga dan masyarakat.
Di Kota Mojokerto, angka kematian ibu melahirkan sampai bulan Oktober kosong, dan kematian bayi juga menurun.
Pemkot Mojokerto akan terus melakukan pembinaan dengan harapan agar kualitas SDM di Kota Mojokerto terus meningkat dimulai dari upaya untuk melahirkan bayi yang sehat dari ibu yang sehat.
(Budiman Sudijonio)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Jumat, 24 November 2017

PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK


Sampah domestik atau sampah yang berasal dari rumah tangga pada akhir akhir ini menjadi bahan pembicaraan yang hangat diwilayah perkotaan terutama dikota kota besar  Kepadatan penduduk disebuah kota membawa konsekuensi bertambahnya sampah disamping itu muncul problem baru yaitu kesulitan mendapatkan lahan untuk tempat pembuangan akhir sampa, sehingga diperlukan sebuah terobosan  guna mengatasi persoalan sampah dimaksud.
Peningkatan volume sampah tidak terlepas dari pertamb ahan jumlah penduduk. Bisa kita hitung berapa volume sampah yang kita buang setiap harinya. Kemudian berapa perbulannya dan berapa pertahunnya kali jumlah penduduk/rumah tasngga. Maka akan kitya temukan angka yang fantastis. Satu hal yang memprihatinkan  adalah sebagian besar dari sampah yang kita buangkan menetap beribu bahkan berjuta tahun didalam tanah tanpa bisa terurai. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah. Pengelolaan sampah yang hanya meliputi pengumpulan dan pengangkutan  ke TPS dilanjutkan ke TPA belum mampu menyelesaikan masalah . Produksi sampah tidak berbanding  lurus dengan kecepatan pengangkuitan dan pengolahan, sehingga terjadi penumpukan sampah.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Kamis, 02 November 2017

LOMBA KREASI DAUR ULANG DAN FASHION SHOW BUSANA DAUR ULANG DI TPA RANDEGAN


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto hari Sabtu (21/10) kemarin  menggelar Lomba Kreasi produk daur ulang sekaligus bersamaan dengan Kegiatan lomba/Festival fashion show Daur Ulang taahun 2017. Kali ijni cukup unik dan surprise karena biasanya penyelenggaraan fashion busana seperti ini umumnya diselenggarakan dihotel atau gedung gedung mewah  tetapi kali ini lain. Event itu diseklenggarakan di tempat sampah (baca Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Lingkungan Randegan Kecamatan Magwersari Kota Mojokerto.

Untuk Lomba Produk Kreasi Daur Ulang dari bahan sampah ini diikuti oleh para peserta dari seluruh Bank Sampah dan PKK se Kota Mojokerto. Sedangkan Fashion show busana daur ulang diikuti selain dari Basnk Sampah juga diikuti oleh Sekolah Sekolah baik SLTP  Maupun SLTA Negeri maupun swasta. Kedua event tersebut mendapat perhatian yang besar  dari pengunjung, ada sejumlah ribuan yang hadir memadati  acara tersebut. Hadir pada acara pembukaan  telah menyampaikan sambutan singkat Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus beserta undangan para pimpinan OPD dan masyarakat sekitarnya. Bagi para pemenangnya disediakan hadiah, dimana untuk Lomba Kreasi Daur ulang berhadiah uang sejumlah Rp. 6 juta,- dan trophy dan untuk lomba Fashion Show hadiah berupa uang Rp. 9 juta,- dan trophy. Kepala DLH Kota Mojokerto, Amin Wahid dalam laporannya menyamnpaikan terima kasih atas dukungan dari semua pihak  khususnya para pengurus Bank Sampah Induk dan yang lain sehingga terse;lenggaranya acara ini.
 (Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

HARI SANTRI NASIONAL DIPERINGATI





 






Wali Kota Mojokerto KH Mas’ud Yunus atau yang akrab dipanggil Kiai Ud, menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Santri Nasional Minggu (22/10/2017). Bertempat di Lapangan Korem, Cikaran, Kota Mojokerto, Kiai Ud hadir bersama forpimda, pengurus PCNU Kota Mojokerto bersama jajaran OPD di lingkungan Pemkot Mojokerto.
Di tahun ketiga peringatan hari santri ini, Kiai Ud hingga ribuan santri yang menjadi peserta upacara kompak memakai baju khas santri, yaitu setelan baju koko putih, songkok hitam dan bersarung. Sementara Santriwati mengenakan setelan baju putih dan bawahan warna gerap lengkap dengan kerudung putih.
Dalam sambutannya Kiai Ud menekankan kepada santri agar cinta tanah air dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Jumat, 27 Oktober 2017

DLH SUKABUMI LAKUKAN STUDI BANDING KE TPA RANDEGAN


Selasa 24 Oktober kemarin Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi Jawa Barat secara resmi mengadakan kunjungan kerja untuk studi banding masalah pengelolaan sampah di Kota Mojokerto dengan sasaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto khususnya pengelolaan sampah di TPA Randegan.
Rombongan tamu  dipimpin oleh Adil Budiman Kepala DLH Kota Sukabumi dan diterima oleh Kepala DLH Kota Mojokerto, Amin Wachid beserta staf  serta beberapa pengurus Bank Sampah Induk bertempat diaula TPA Randegan di Kel Kedundung Kecamatan Magersari. 

Setelah penyampaian maksud dan tujuan disampaikan oleh Adil Budiman selaku Pimpinan Rombongan dari DLH Kota Sukabumi dilanjutkan dengan penjelasan / uraian dari Kepala DLH Kota Mojokerto Amin Wahid yang secara panjang lebar menguraikan tentang keberadaan TPA Randegan dengan program2 unggulan dari DLH dalam upaya pengelolaan sampah di kota dengan mengikut sertakan secara akrtif seluruh lapisan masyarakat, yang dalam hal ini secara khusus juga diuraikan tentang keberadaan Bank Sampah di setiap RT/RW yang dikoordinir oleh Bank Sampah Induk Kota Mojokerto. Keberadaan Bank Sampah dengan program program unggulannya yang didukung oleh Walikota dan Pimpinan  OPD terkait serta partisipasi seluruh masyarakat secara aktif telah mengantarkan Kota Mojokerto memperoleh penghargaan Piala Adipura tiga kali berturut turut.

Peninjauan keliling

Setelah memperoleh penjelasan teknis dilanjut dengan kunjungan lapangan daklam hal ini ke lokasi lokasi pengelolaan sampah serta sarana prasarana TPA, yakni Kantor operasional dan Kantor Bank Sampah Induk beserta mekanisme dan tata kerjanya, Rumah kompos, Ruang Pengolahan biogas yang menghasilkan gas methane yang digunakan sebagai bahan bakar yang secara nyata telah digunakan dan dimanfaatkan oleh warga sekitarPemanfaatan zona pasif untuk Taman Bermain anak anak, Rekreasi keluarga, Taman baca dan bukit sampah yang telah menjadi bukit teletubbis yang menarik.

Dalam acara kesan pesan menjelang kepulangannya tamu merasa puas dengan layanannya dan merasa memperoleh tambahan ilmu dari Kota Mojokerto serta apa apa yang telah disaksikan dan keberhasilan pengelolaan TPA di Randegan Kota  Mojokerto akan ditrapkan di Sukabumi.

Penulis : Drs. Budiman Sudijono

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Selasa, 24 Oktober 2017

DELAPAN KEPALA OPD KAB. KARAWANG KUNJUNGI TPA RANDEGAN KOTA MOJOKERTO



TPA Randegan Kota Mojokerto dikunjungi Kepala OPD Kabupaten Karawang Senin (16/10/17). Rombongan studi banding yang diikuti delapan Kepala OPD ke TPA Randegan ini diketuai Kepala DLH Kabupaten Karawang Wawan Setiawan dan Kepala Bappeda Eka, untuk melihat dari dekat proses pengolahan sampah hingga Kota Mojokerto dapat meraih Piala Adipura, yang diterima Kepala DLH Kota Mojokerto Amin Wachid.

Usai beberapa jam berkunjung ke TPA Randegan, rombongan menuju Kantor Pemkot Mojokerto dan diterima langsung oleh Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus di ruang kerjanya. Kiai Ud dalam arahannya menjelaskan tentang manajemen persampahan dengan gamblang.

Wali kota menjelaskan bahwa manajemen persampahan di Kota Mojokerto dimulai dari tingkat rumah tangga. 1600 kader motivator kesehatan yang setiap hari Jumat masuk ke rumah-rumah warga bertugas untuk mencari jentik nyamuk juga bertugas sebagai pemilah sampah warga. Peran serta masyarakat dilibatkan.


penulis : Drs. Budiman Sudijono

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

 
back to top