Rabu, 28 Februari 2018

PERESMIAN RELOKASI SEMENTARA SENTRAL PKL DI BENTENG PANCASILA

PKL Benteng Pancasila (Benpas) eks alon-alon yang kiosnya terbakar pada September 2017 lalu, kini telah menempati lokasi sementara di sebelah rel kereta api Jalan Benteng Pancasila.
Selasa (27/2) pagi tadi Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus meresmikan relokasi sementara sentra PKL dengan jumlah 209 pedagang.
Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ruby Hartoyo, Wali Kota meminta agar para pedagang memanfaatkan lokasi sementara ini dan merawatnya dengan baik agar bisa dimanfaatkan sampai pembangunan lokasi yang terbakar terealisasi. Dalam kesempatan ini Wali Kota juga meninjau lokasi sementara Sentra PKL ini.    
( Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Rabu, 21 Februari 2018

PAMERAN PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH dan MUHAMMDIYAH AWARD KOTA MOJOKERTO 2018


Dunia pendidikan akan selalu menjadi fokus pemerintah. Segala cara dilakukan dan banyak acara yang di gelar dengan tema pendidikan ataupun edukasi. Baik yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun dari sekolah itu sendiri. Baik berupa pameran pendidikan, seminar pendidikan, maupun sosialisasi dan lomba- lomba yang bertema pendidikan.Pada hari ini 9 februari 2018 , diselenggarakan pembukaan pameran pendidikan muhammdiyah kota mojokerto tahun 2018 yang bertempat di GOR Seni Mojopahit Jl. Gajah Mada Kota Mojokerto. Pada pembukaan pameran pendidikan muhammadiyah dihadiri oleh Kapolres AKPB Puji Hendro Wibowo, SH., SIK , walikota Mojokerto yang diwakilkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Novi Rahardjo, Ketua PD Muhammdiyah Kota Mojokerto K.H Abdul Zacky Latief beserta pengurus muhammdiyah..

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Senin, 19 Februari 2018

Masyarakat Kota Mojokerto Jadi Tuan Rumah Terbaik



 Kota Mojokerto menjadi jujukan ratusan pebalap dari seluruh dunia.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari dalam sambutannya menyerukan bahwa Warga Kota Mojokerto telah mampu memberikan semangat yang luar biasa bagi peserta balap sepeda berkelas internasional dan level tertinggi di Indonesia ini.
“Terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Kota Mojokerto menjadi tuan rumah terbaik. Karena begitu lepas start dari Madiun, masuk ke Kota Mojokerto masyarakatnya tidak berhenti terus meneriakkan dukungan terhadap Tour de Indonesia,” tutur Sapta. Masyarakat yang antusias meneriakkan dukungannya menjadi semangat yang luar biasa meskipun di etape dua ini disambut hujan gerimis dan medan yang terjal.

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Kamis, 25 Januari 2018

WALIKOTA MOJOKERTO MENGGELAR MICROPLANNING ORI DIFTERI

Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah menyatakan bahwa Provinsi Jawa Timur saat ini Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri, tak terkacuali Kota Mojokerto. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Senin (22/1) Wali Kota Mojokerto menggelar Microplanning ORI Difteri di Ruang Nusantara Kantor Pemkot Mojokerto.
Wali Kota didampingi Asisten Heryana Dodik, Kepala Dinas Kesehatan Ch Indah Wahyu, Kepala BPPKA Agung Moeljono dan Komisi III DPRD KotaMojokerto Choiroyaroh dan Ita Primaria Lestari, mengatakan bahwa pihaknya segera akan menandatangani SK Wali Kota Mojokerto terkait KLB Difteri. “Melihat kejadian di pekan pertama dan kedua di bulan Januari, difteri ini sudah betul-betul menjadi ancaman bagi kita. Karena itu kita tetapkan Kota Mojokerto ini KLB Difteri. Oleh karena itu segera kita buatkan SK KLB Difteri agar kasus ini bisa segera tertangani,” seru Wali Kota.
Karena pencegahan Difteri ini dengan imunisasi maka gerakan imunisasi ini harus ditopang dengan dana APBD Propinsi dan APBD KotaMojokerto. “Ini kita ambilkan dari pos dana tidak terduga. Adapun hal-hal diluar itu nanti akan di cover dengan program total coverage untuk yang sakit. Ini ketegasan saya supaya dalam waktu cepat dapat mengatasi difteri ini,” jelasnya.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Selasa, 16 Januari 2018

BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KOTA MOJOKERTO




Kebangkitan Zakat, Kesejahteraan Kota Mojokerto, Itulah yang diserukan Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus menanggapi kemajuan pesat Badan Amil Zakat Nasional / BAZNAS Kota Mojokerto sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak dan sedekah di Kota Mojokerto. Hal ini terbukti pada pengumpulan zakat, infak dan sedekah pada tahun 2017 yang melebihi target yaitu sebesar 1,9 Milyar rupiah.
“Meningkatnya penerimaan dan pendistribusian zakat merupakan kebangkitan zakat. Kesadaran masyarakat dalam berzakat merupakan langkah besar untuk kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto,” tutur Wali Kota yang juga Pembina BAZNAS Kota Mojokerto.


Seperti pada Kamis (11/1) BAZNAS Kota Mojokerto menyalurkan kepada puluhan modin kematian dan penyuluh agama honorer di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto. Sisa dana sebesar Rp. 200.950.000,00 pada tahun 2017 juga disalurkan kepada guru madarasah, penjaga sekolah, pengurus PAY, TPQ dan ratusan pasukan kuning atau petugas kebersihan.

Dalam pendistribusian dan pendayaan zakat, infak dan sedekah, Baznas Kota Mojokerto menyalurkan kepada ashnaf fakir miskin, ashnaf ibnu sabil, ashnaf sabilillah, ashnaf amil dan Program Pembiayaan Usaha Syariah.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Rabu, 10 Januari 2018

PEMAPARAN PERJANJIAN KINERJA TH 2018 OLEH KEPALA PERANGKAT DAERAH KOTA MOJOKERTO

Kepala Perangkat Daerah Kota Mojokerto mulai menyampaikan paparan perjanjian kinerja di hadapan Wali Kota dan Plt. Sekretaris Daerah Kota Mojokerto di Hotel Royal Trawas, Kamis (4/1).
Paparan tersebut berisi tentang visi misi perangkat daerah yang merujuk pada review RPJMD Pemkot Mojokerto dan Nawa Cita Jokowi-JK, rencana kinerja tahun 2018, dan rencana anggaran tahun 2018.
Wali Kota Mas’ud Yunus dalam sambutannya menekankan dua hal kepada Kepala OPD yaitu pertama, agar kegiatan pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan tidak terganggu oleh hirukpikuk politik di tahun 2018. “Yang penting harus istiqomah dan konsisten melaksanakan program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat dengan semangat netralitas dan profesionalitas aparatur Negara, fokus pada pekerjaan yang sudah diamanahkan.”
Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan kepada Kepala OPD harus punya semangat tinggi apapun yang sedang kita hadapi untuk melaksanakan tugas kita. Sebagaimana jargon Wali Kota sebelumnya, boleh kecil kota nya tapi tidak boleh kecil semangatnya.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Jumat, 29 Desember 2017

PAK PRI MEMPRODUK PUPUK KOMPOS DARI SAMPAH RUMAH TANGGA


Bagi kebanyakan orang mengurus sampah merupakan pekerjaan yang sangat merepotkan karena kotor dan bau sehingga orang enggan mengurusinya. . Sampah adalah zat atau bahan yang sudah tidask berguna lagi dan harus dibuang dan itu menjadi urusan petugas kebersihan. Namun berbeda dengan Supriyohadi, seorang lelaki, 47  tahun yang tinggal di Jl. Dieng 31 Perumahan Kedundung Indah Kelurahan Kedundung Kecamatan Magwersari Kota Mojokerto. Supriyohadi yang akrab dipanggil dengan Pak Pri ini sangat peduli dengan sampah. Ia menganggap sampah yang dihasilkan dirumah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi warga khususnya menyelamatkan lingkungan disamping menjaga kebersihan. Prinsip yang dilakukan  dalam pengelolaan sampah adalah 3 R, yaitu Reduce, Reuse dan Recycle. Pak Pri yang juga sebagai salah satu pengurus KIM GAYATRI dengan pengalaman pribadinya dan kegemaran menjaga kebersihan, kini telah berhasil membuat membuat pupuk kompos dengan bahan baku sampah rumah tangga. Produk pupuk kompos tersebut sudah diuji dan dipraktekkan oleh beberapa teman sejawat untuk pupuk tanaman dan pembenihan / pembibitan ternyata hasilnya sangat bagus. Tanaman menjadi subur dan sehat

Berawal dari hobbi 

Dalam sebuah wawancara dengan penulis di suatu hari Pak Pri menjelaskan bahwa awalnya adalah adanya hobbi menjaga kebersihan dan tidak suka dengan adanya sampah yang berceceran disekitar rumahnya dan dibuang begitu saja ditempat sampah. Pak Pri merasa risih dengan adanya tempat sampah yang isinya campur baur antara sampah basah sampah kering dan sampah B3. Pak Pri berpikir dan merenung bagaimana jika sampah sampah tersebut bisa dipilah dan dipilih mana mana yang masih bisa dimanfaatkan atau didaur ulang. Pak Pri berusaha mencari tahu dengan mencoba mencari buku buku tentang pemngelolaan sampah.amping itu Pak Pri mulai rajin membacam artikel2 bidang lingkungan hidup dan mengklipingnya. Maka mulailah Pak Pri melakukan praktek  membuat kompos tersebut,

Bahan bahan dari sampah rumah tangga

 Membuat kompos rumah tangga menurut pak Pri bisa menggunakan komposter yang bisa dibuat dari drum plastik atau timba, bekas tempat cat 25 kg atau tempat laimnya yang memiliki tutup. Adapun bahan bahan yang digunakan untuk pemrosesan kompos adalah : Limbah dapur (Sisa sisa makanan/sayuran/buah buahan, daun daunan basah dan kering,  serbuk gergaji dan sekam. Bahan bahan tadi dirajah/dicacah dengan ukuran 2 sampai 4 cm dan sedikit dicampur dengan EM4. Selanjutnya bahan bahan tadi ditutup dalam komposter dan dibiarkan berproses dan selanjutnya kurang lebih 2 bulan akan menjadi kompos.

Manfaat Kompos

Selama ini produk pupuk kompos pak Pri baru digunakan untuk kalangan sendiri misalnya untuk memupuk tanaman2nya yang kebetulan sang istri suka dan hobbi menanam tanaman produktif sepertim sayuran dan tanaman obat. Ketika ditanya kenapa tidak produksi secara massal. Sambil tersenyum pak Pri menjawab kita masih perlu dukungan dari warga sekitar. karena masih perlu dibimbing dan diberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah rum,ah tangga ini untuk kebaikan lingkungan demi kepentingan bersama menciptakan suasana yang bersih dan sehat.
(Budiman Sudijono)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

Kamis, 21 Desember 2017

PEMBINAAN KEGIATAN PENTALOKA KE -6


Wali Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus, membuka kegiatan Pentaloka ke-6 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan, di Astoria Convention Hall, Selasa (5/12).
Wali Kota mengatakan tujuan Pentaloka ini untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian Bayi, dan ini akan terus diintensifkan di kalangan keluarga dan masyarakat.
Di Kota Mojokerto, angka kematian ibu melahirkan sampai bulan Oktober kosong, dan kematian bayi juga menurun.
Pemkot Mojokerto akan terus melakukan pembinaan dengan harapan agar kualitas SDM di Kota Mojokerto terus meningkat dimulai dari upaya untuk melahirkan bayi yang sehat dari ibu yang sehat.
(Budiman Sudijonio)

Romeltea Media
Kim Gayatri Mojokerto Updated at:

 
back to top