Bank Sampah Gayatri yang dibentuk beberapa waktu yang lalu kini mulai beroperasi. Beberapa operas yang dilakukan meliputi Konsolidasi organisasi dan kepengurusan, penyusunan program dan rencana kerja. Susunan kepengurusan meliputi H. Budiman Sudijono sebagai Ketua//koordinator, Ny. Fatimah sebagai sekretaris, Hj. Sri Marfiati sebagai Bendahara serta Suprijohadi sebagai Pelaksana teknik pengelolaan
Minggu, 06 Mei 2018
Kamis, 03 Mei 2018
KIM GAYATRI IKUTI LOMBA CERDIK CERMAT KOMUNIKATIF
Hari kamis 3 Mei 2018 adalah hari yang penting dan spesial bagi Kim Gayatri betapa tidak pada hari itu Kim Gayatri mengikuti event lomba LCCK antar KIM se Jawa Timur, sebuah event yang cukup bergengsi digelar rutin setiap tahun oleh Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur. Event digelar dengan tujuan untuk sarana pembinaan para pengelola dan pegiat KIM di Jawa Timur. Materi yang dilombakan meliputi bidang administrasi organisasi dan kelembagaan, pengelolaan Blog serta pemanfaatan Sosial media. Adapun peserta kali ini terdiri dari 16 KIM yang tergabung dalam Grup/kelompok C yang berasal dari Bakorwil Bakorwil se Jawa Timur, yaitu Bakorwil Bojonegoro, Malang, Surabaya, terdiri dari beberapa Kim yaitu Surabaya, Kota Malang, Bojonegoro, Magetan, Bangkalan, Gresik, Madiun, , Pasuruan dan kota Mojokerto sendiri. Jumlah keseluruhan peserta sebanyak 38 Kim se Jawa Timur dan setelah melalui proses seleksi administrasi akan ditentukan rangking. dan yang akan masuk dalam babak final adalah 16 besar (rangking 1 sampai 16, Sedangkan dari kota Mojokerto sendiri sebagai kontingen adalah KIM Gayatriyang terdiri dari H, Budiman, Supriyohadi dan Ny, Fatimah.
(Budiman sudijono).
(Budiman sudijono).
Senin, 30 April 2018
Kamis, 26 April 2018
KINI KIM GAYATRI PUNYA BANK SAMPAH
Berdasarkan Undang Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang tentang pengelolaan Sampah serta dalam rangka mendorong dan ikut serta gerakan kebersihan kota Mojokerto melalui pembentukan dan pengembangan bank Sampah guna mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Adipura serta membantu terwujudnya Kota Mojokerto bebas sampah tahun 2019 dan Indonesia bebas sampah tahun 2020 maka Kim Gayatri Kelurahan Kedundung Kota Mojokerto merasa terpanggil dan membentuk Bank Sampah dengan nama Bank Sampah KIM GAYATRI.
Dalam keterangannya salah satu penggagas berdirinyas KIM Gayatri, yakni Budiman sebagai salah satu calon Pengurus/pengelola menyatakan bahwa penggarapan sampah difokuskan pada program 2 R yaitu Reduce yaitu pengurangan dan pemanfaatan sampah Rumah tangga melalui proses komposting (alat komposter) sekaligus memproduksi pupuk kompos yang berkualitas. Sementara itu R yang kedua yaitu Recycle difokuskan pada pembuatan bahan kerajinan daur ulang yang punya nilai ekonomi dan harga jual dan bisa bersaing dipasar bebas (MEA).
Rencana pelaksanaan launching Bank Sampah KIM Gayatri akan dilakukan pada minggu minggu ini.
(Budiman Sudijono)
Rabu, 25 April 2018
KPUD KOTA ADAKAN PAGELARAN SENI BUDAYA MENYONGSONG pEMILU SERENTAK TAHUN 2019
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Mojokerto hari Sabtu malam kemarin (21/04) mengundang seluruh Pimpinan Organisasi Politik dan Kemasyarakatan, para tokoh masyarakat, para Ketua RW dan undangan dari elemen masyarakat lainnya dengan mengambil tempat di depan GOR Ahmad Yani Mojokerto mengadakan Pagelaran Seni Budaya Menyongsong satu tahun Pemilu Serentak Tahun 2019. Acara ini digelar menindak lanjuti surat dari Ketua KPU Pusat Nomor 115/PP.08-SD/06/KPU/II2018 tanggal 5 Februari 2018 perihal yang sama.
Thema yang diambil adalah "Melalui Pagelaran Seni Budaya Membangun Pemilih Berdaulat Guna menyukseskan Pemilu Serentak 2019 - Pemilih Berdaulat Negara Kuat. "
Memberikan sambutan Ketua KPUD Kota Mojokerto, Saiful Amin sedangkan Walikota Mojokerto yang berhalangan hadir diwakili oleh Administrasi Umum dan Pembangunan Soebambihanto. Acara dimeraihkan dengan berbagai kesenian tradisionil seperti tari2an, Reyog, bantengan dan lain lain
(Budiman Sudijono)
Selasa, 24 April 2018
RUBY HARTOYO BUKA PELATIHAN HANDYCRAFT DARI BAHAN KULIT SEPATU DAN KORAN
Upaya Pemerintah Kota Mojokerto untuk mensejahterakan masyarakatnya,
sebagai salah satu misi dan visi Kota Mojokerto sebagai Kota Service City yang
maju, cerdas, sehat, sejahtera dan bermoral, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto
telah dilaksanakan Pelatihan Handycraft dari bahan limbah kulit sepatu dan koran,
kepada para IKM Handycraft yang ada di wilayah Kota Mojokerto. Ruby Hartoyo,
S.Sos, MM Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto dalam
sambutan pengarahannya pada acara Pembukaan Pelatihan yang didampingi para
Kabid dan Narasumber, mengatakan bahwa Kota Mojokerto yang kecil kotanya tidak
punya sumber daya alam untuk itu kita harus meningkatkan sumber daya manusia
agar kita tetap hidup dengan layak, dengan adanya pelatihan-pelatihan yang
telah diberikan, dapat meningkatkan pengetahuan dalam mengelola usahanya. Diharapkan
para peserta dapat mengembangkan diservikasi produk industri kecil handycraffdan
pengembangan pemasaran hasil produk agar dapat diminati masyarakat luas baik
lokal, nasional bahkan internasional dan akan dapat membuka lapangan kerja
baru, dapat memotivasi para IKM agar menjadi Pelaku Usaha yang tangguh dan
sukses serta mempunyai daya saing yang tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Seiring
dengan kemajuan teknologi industri dan tuntutan selera kebutuhan masyarakat
yang semakin meningkat terutama dari segi kualitas maupun kuantitas produk
industri kecil menengah dalam menghadapi peperangan produk sejenis dari daerah
lain, untuk itu teknologi produk yang bisa ditransfer oleh industri kecil dan
menengah. Ruby berharap masyarakat dapat memilah-milah sampah seperti halnya
sampah yang ada di TPA Randegan, disamping dapat dimanfaatkan limbahnya juga
karena bersih dan indahnya TPA Randegan, sehingga dapat dimanfaatkan anak-anak
sekolah untuk tempat out bond bahkan ada yang dipakai untuk Pra Wedding. Sampah
yang sudah di pilah-pilah di Bank Sampah yang telah dikelola masyarakat
limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai assesories, terutama limbah dari bekas
kulit sepatu dan bahan dari koran. Sebagaimana yang telah dicanangkan oleh
Walikota Program bayar Pajak pakai sampah dan berhadiah Umroh, disamping itu
dari penjual sempat dapat meningkatkan ekonomi bahkan dari pilah-pilah sampah
dapat mencegah penyakit.




















